Anda semua tentu tidak asing lagi dengan cerita tentang mukjizat nabi Nuh yang diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun sebuah perahu raksasa. Perahu raksasa itu dibuatnya selama berbulan – bulan bersama keluarganya dan whuzz…..berakhir dengan happy ending. Atau anda yang beragama Kristen tentu ingat cerita memukau dari guru sekolah minggu anda tentang mukjizat yang dibuat Yesus ketika dia harus memberi makan sekitar 5 ribu orang yang mengikutinya ke sebuah bukit. Pada waktu itu Yesus meminta muridnya agar mengumpulkan roti dan ikan yang ada, yang ternyata hanya ada 5 keranjang, dan membuat mukjizat sehingga roti dan ikan itu seakan tidak pernah habis untuk dimakan 5 ribu orang. Pertanyaannya adalah apabila kedua cerita itu adalah mukjizat yang dikehendaki Tuhan, kenapa Tuhan repot – repot memerintahkan kepada nabi Nuh dan keluarganya untuk membuat perahu, toh dengan sabdanya saja Tuhan akan mampu menyediakan perahu raksasa yang muat ditumpangi semua makhluk di muka bumi ini. Atau dengan sekali menjentikkan jarinya saja Yesus akan mampu menyediakan makan untuk orang satu stadion tanpa harus menyuruh muridnya untuk mengumpulkan semua makanan yang tersedia.
Moral dari cerita mukjizat – mukjizat Tuhan adalah bahwa mukjizat datang lewat usaha. Seringkali ketika kita sedang jatuh terpuruk, terkena PHK, usaha kita bangkrut dan episode - episode sedih lainnya, kita berharap ada mukjizat dari Tuhan. Doa kita semakin gencar untuk memohon mukjizat namun kita lupa untuk berusaha. Kita berdoa agar tiba – tiba solusi atas persoalan yang kita hadapi dihadirkan Tuhan di depan kita, seperti sulap di TV yang bisa menghilangkan dan menghadirkan sebuah barang dalam satu jentikan jari. Kita lupa bahwa rencana Tuhan kadang sangat berlainan dengan rencana kita. Kita selalu bilang bahwa kita percaya pada Tuhan namun di sisi lain kita sering secara tidak sadar mendikte Tuhan lewat doa – doa kita.
Suatu hari banjir besar melanda sebuah gereja. Ketika air sudah setinggi lutut orang – orang mulai mengungsi namun sang penjaga gereja tidak mau mengungsi. Kepada orang – orang yang mengajaknya dia selalu bilang bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Ketika air sudah setinggi leher datang perahu penolong, namun sang penjaga memilih untuk naik keatap, karena dia yakin Tuhan pasti akan menolongnya. Perahu penolong datang lagi untuk menyelamatkannya ketika air sudah setinggi atap namun dia memilih untuk naik ke menara gereja, karena yakin Tuhan akan menyelamatkannya.Akhirnya air menenggelamkan menara gereja itu dan sang penjagapun menemui ajalnya. Ketika sudah berada di pintu surga dia bertanya kepada Tuhan, “ Tuhan, kenapa Engkau tidak kunjung menyelamatkanku padahal aku sudah mempercayaimu ?”
Tuhan menjawab,”Bukankah Aku sudah mengirim perahu penolong hingga dua kali namun kamu selalu menolaknya !”
Kalo anda hari ini masih bisa bangun tidur dan membaca tulisan ini, itulah salah satu mukjizat dan hadiah dari Tuhan. Today is a God’s gift, that’s why we called it PRESENT.
Moral dari cerita mukjizat – mukjizat Tuhan adalah bahwa mukjizat datang lewat usaha. Seringkali ketika kita sedang jatuh terpuruk, terkena PHK, usaha kita bangkrut dan episode - episode sedih lainnya, kita berharap ada mukjizat dari Tuhan. Doa kita semakin gencar untuk memohon mukjizat namun kita lupa untuk berusaha. Kita berdoa agar tiba – tiba solusi atas persoalan yang kita hadapi dihadirkan Tuhan di depan kita, seperti sulap di TV yang bisa menghilangkan dan menghadirkan sebuah barang dalam satu jentikan jari. Kita lupa bahwa rencana Tuhan kadang sangat berlainan dengan rencana kita. Kita selalu bilang bahwa kita percaya pada Tuhan namun di sisi lain kita sering secara tidak sadar mendikte Tuhan lewat doa – doa kita.
Suatu hari banjir besar melanda sebuah gereja. Ketika air sudah setinggi lutut orang – orang mulai mengungsi namun sang penjaga gereja tidak mau mengungsi. Kepada orang – orang yang mengajaknya dia selalu bilang bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Ketika air sudah setinggi leher datang perahu penolong, namun sang penjaga memilih untuk naik keatap, karena dia yakin Tuhan pasti akan menolongnya. Perahu penolong datang lagi untuk menyelamatkannya ketika air sudah setinggi atap namun dia memilih untuk naik ke menara gereja, karena yakin Tuhan akan menyelamatkannya.Akhirnya air menenggelamkan menara gereja itu dan sang penjagapun menemui ajalnya. Ketika sudah berada di pintu surga dia bertanya kepada Tuhan, “ Tuhan, kenapa Engkau tidak kunjung menyelamatkanku padahal aku sudah mempercayaimu ?”
Tuhan menjawab,”Bukankah Aku sudah mengirim perahu penolong hingga dua kali namun kamu selalu menolaknya !”
Kalo anda hari ini masih bisa bangun tidur dan membaca tulisan ini, itulah salah satu mukjizat dan hadiah dari Tuhan. Today is a God’s gift, that’s why we called it PRESENT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar