Selasa, 08 Juli 2008

Investasi di reksadana

Kalau anda malas belajar saham dan nggak ada waktu untuk melihat bagaimana harga saham bergerak, anda bisa saja menaruh dana anda di Reksadana. Kalau mau taruh di reksadana sebaiknya anda lihat kinerja reksadana itu. Banyak media yang menawarkan display tingkat pengembalian reksadana. Sebagai bahan penilaian, coba anda periksa tingkat pengembalian dalam satu tahun, juga anda prediksi trend yang sedang berkembang di tahun berjalan. Namun anda harus selalu ingat bahwa tingkat pengembalian di reksadana tidak pernah dijamin, artinya nilainya akan selalu naik turun sesuai situasi pasar, bahkan sekalipun untuk jenis yang disebut reksadana berpendapatan tetap, maka yang berpendapatan tetap adalah instrument investasinya atau underlying assetnya seperti misalnya surat oblligasi. 

Kalau anda sudah memahami trendnya barulah ambil keputusan untuk nyemplung ke dalamnya. Seperti misalnya sepanjang tahun 2007, trend yang ada adalah trend saham dan ini sudah banyak di perkirakan oleh para jurnalis saham baik di Kontan, Bisnis Indonesia atau Majalah Investor maka anda bisa masuk ke reksadana kandungan saham. Kalaupun udah masuk reksadana, saran saya berpindahlah sesuai dengan trend pasar. Ketika pasar saham sedang jenuh karena goncangan harga minyak dunia yang semakin menggila dan melesat ke langit ketujuh seperti saat ini maka reksadana yang terbaik adalah jenis reksadana pasar uang. Atau ketika suku bunga bank jatuh maka kita lebih baik masuk ke dalam reksadana kandungan obligasi, atau ketika dana asing gede-gedean masuk ke saham maka yang kita beli adalah reksadana saham.
 
Di kolom bisnis keuangan harian bisnis Indonesia terungkap bahwa rata-rata tingkat pengembalian dalam setahun reksadana berbasis saham pada tahun 2007 mencapai angka 60%! Ini adalah angka yang luar biasa mengingat cara berinvestasi reksadana adalah `pengecut' (menurut istilah orang yang jago saham) karena dana terdiversifikasi secara luas.

Charge untuk masuk reksadana atau biasa disebut management fee sekitar 1.5%. Selain itu juga ada charge masuk dan keluar sebesar 2% untuk perpindahan ke setiap jenis reksadana yang berbeda, untuk itu anda hitung lagi biaya-biaya yang keluar dalam jenis investasi ini.

Ketika anda berinvestasi di reksadana maka anda akan dituntut untuk akrab dengan istilah NAB. NAB yang merupakan singkatan dari Nilai Aktiva Bersih atau Net Asset Value (NAV) merupakan alat ukur kinerja reksadana. NAB terbentuk dari portofolio reksadana yang bersangkutan. Kekayaan atau aktiva reksadana dapat berupa kas, saham, obligasi, right, dan efek lainnya. Sementara pada kewajiban reksa dana dapat berupa fee manajer investasi yang belum dibayar, fee bank kustodian yang belum dibayar, pajak-pajak yang belum dibayar, fee broker yang belum dibayar serta pembelian efek yang belum dilunasi.Nilai Aktiva Bersih adalah jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban- kewajiban yang ada. Sedangkan NAB per unit penyertaan merupakan jumlah NAB dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar (outstanding) . Dengan melihat seperti ini nilai NAB sangat bergantung pada kinerja asset yang merupakan portofolio reksadana tersebut. 

Kalau harga asset-asset reksadana itu mengalami kenaikan maka NAB-nya tentu mengalami kenaikan,demikian juga sebaliknya. Setiap sore manajer investasi reksadana akan menilai harga pasar wajar seluruh asset reksadana baru. Dalam menilai pasar wajar tersebut termasuk semua keuntungan atau kerugian, baik yang telah direalisasikan maupun yang belum. (Kalau harga saham dalam portofolio naik, nilai portofolio akan naik pula, walaupun sahamnya sendiri tidak dijual).
 
NAB per saham/hari dihitung setiap hari oleh Bank Kustodian setelah mendapat data dari manajer investasi dan nilai tersebutlah yang pada hari berikutnya dapat dilihat di koran-koran yang menyediakan data harga-harga NAB.

Kalau ingin diversifikasi investasi yang lengkap sebaiknya anda jangan masuk langsung ke pasar obligasi karena anda akan dikenakan pajak. Salah satu tujuan utama orang bikin reksadana obligasi adalah untuk menghindari pajak obligasi. Jadi berinvestasilah di reksadana obligasi.
Secara klasik ramuan diversifikasi investasi adalah :
- Investasi di Saham10%
- Investasi di Reksadana 30%
- Investasi di Fixed Asset 60%

Ingat nasehat don’t put your eggs in one basket khan.

Tidak ada komentar: