Selasa, 08 Juli 2008

Investasi di pasar saham

Salah satu instrument investasi yang sangat bersinar di tahun 2007 kemaren adalah investasi di saham, returnnya lebih dari 50 % setahun, sebuah angka yang fantastis khan ? Seberapa mudah sih investasi di pasar saham ?Kalau anda mau bermain sendiri di pasar saham, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mencari perusahaan sekuritas, ini adalah perusahaan yang akan menjadi perantara anda dengan Bursa efek. Anda bisa menelpon ke sekuritas yang anda anggap layak. Saran saya : carilah perusahaan sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) besar, bagian dari group besar, pelayanan yang cepat, broker-broker sahamnya yang memenuhi etika dan yang terpenting adalah perusahaan sekuritas itu secara akal sehat jauh dari bangkrut. Saat ini biasanya perusahaan sekuritas melayani open account / deposit rata-rata Rp. 25 juta, atau Rp.50 juta untuk perusahaan sekuritas besar. Besarnya biaya transaksi jual / beli saham biasanya berkisar antara 0.25% sampai 0.35% dari nilai transaksi, ditambah biaya lain-lain seperti PPN 10% dari komisi broker. Untuk transaksi jual biasanya dikenakan PPh sebesar 0.1% dari nilai transaksi. Semua angka – angka itu tentu harus anda perhitungkan dalam penghitungan return investasi anda. Untuk keterangan lebih lanjut tentang prosedur jual / beli saham, anda sebaiknya menanyakan lebih rinci pada broker anda pada saat anda meminta formulir jual beli saham. Oh ya sebelum formulir bertransaksi disetujui, dana anda akan diklarifikasi terlebih dahulu oleh perusahaan sekuritas. Hal ini untuk mematuhi kode etik PPATK tentang money laundry, jadi silsilah uang anda akan ditanya secara rinci. Tapi anda tidak perlu khawatir kalau emang uang anda bukan dari dana suap atau komisi gelap-gelapan karena prosedurnya juga longgar, nggak kayak KPK kalo lagi bongkar ruangan anggota DPR,hehehe.....

Sebagai pemain pemula di pasar saham maka langkah pertama sebaiknya anda membeli saham-saham blue chips sembari mengenal pola pergerakan harga. Setelah anda memahami irama pasar anda akan bisa merasakan diri anda lebih cocok dimana, sebagai investor short term atau sebagai long term investor. Dengan transaksi long term hasil yang didapat akan lebih maksimal, namun ada juga orang yang mahir dalam short term. Biasanya orang jenis ini mudah menguasai pasar saham jenis gorengan dan memiliki insting yang kuat untuk kapan keluar pasar atau kapan masuk pasar. Buy on Weakness adalah prinsip dasar mereka. Kalau mau jadi investor long term sebenarnya mudah nggak usah berpikir rumit-rumit seperti analis saham yang jago baca laporan keuangan itu. Baca aja Kompas, Harian Bisnis Indonesia atau tabloid Kontan tiap hari. Semakin kita rajin baca koran maka semakin kita bisa tahu ke arah mana dunia bergerak.
Sebagai contoh di tahun 2004 ketika mulai ada kenaikan subsidi BBM,dari sini kita akan berpikir pasti industri-industri besar akan mencari energi alternative. Nah bila pikiran kita itu sudah bisa mengambil dialektika dari berita pasar biasanya kita akan seirama dengan gerakan berita (ingat di dunia ini bukan kita seorang yang pintar, dunia bergerak berdasarkan anggapan kolektif). Saat itu ada saham BUMN PGAS yang go public. Antara go publiknya PGAS dengan momen harga minyak bisa dipastikan adalah seiring sejalan. Artinya, pemerintah menghendaki adanya energi alternatif dan dipastikan dunia tidak akan bisa bergerak normal ke depan tanpa energi gas. Dari situ aja kita bisa nyimpen saham PGAS dalam waktu lama. Begitu juga dengan saham-saham pertambangan seperti BUMI Resources. Tahun 2003-2007 adalah tahun yang mujur bagi saham-saham spekulatif jenis pertambangan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda pakai sebelum nyebur ke bursa saham. Tentu tips ini tidak menjamin anda akan untung, tapi paling tidak membantu anda memahaminya dan tidak terombang ambing dalam gelombang saham:
  1. Pahami Pasar
    Jangan merasa pintar dan menguasai pasar.
    Ikuti irama pasar, jangan menantangnya, artinya kalo harga lagi turun drastis anda tidak perlu memborongnya.
  2. Baca berita terus menerus baik yang menyangkut ekonomi, politik dll kecuali berita infotainment.
  3. Sebelum kita mendapatkan keyakinan jangka panjang terhadap satu jenis saham, investasikan dana anda pada saham-saham blue chips. Disiplin terhadap karakter investasi anda.
  4. Jangan terpengaruh omongan teman yang nggak jelas. Percayalah teman anda akan segera menghilang begitu anda rugi.
    Terus pantau kecenderungan harga.
Satu hal paling penting untuk diingat adalah dalam pasar modal sesungguhnya kita mengelola kerakusan kita. Semakin baik manajemen kelola kerakusan semakin baik kita mendapatkan tingkat pengembalian.

Tidak ada komentar: