Sabtu, 12 Juli 2008

Menyopiri pembantu

Pernahkan anda melihat sebuah mobil yang melaju di jalan raya, hanya berisi dua penumpang dan keduanya duduk sangat berjauhan. Satu orang duduk di depan, di belakang kemudi..halah bahasanya kok membingungkan gini ya….maksudnya duduk di depan sebagai sopir, dan penumpang lain duduk di kursi paling belakang ( biasanya ini terjadi pada mobil dengan 3 baris tempat duduk). Siapakah mereka ? Mereka adalah majikan dan pembantu rumah tangganya. 

Kenapa bisa begitu ? Nah ini yang harus dipahami. Coba bayangkan anda sebagai seorang majikan laki – laki yang tiba – tiba harus mengantar pembantu rumah tangga anda yang perempuan pergi ke pasar untuk berbelanja karena si Nyonyah yaitu istri lagi super sibuk di rumah atau lagi sakit. Persoalan muncul ketika pembantu anda mau duduk di mobil dan anda yang menyetirinya. Kalau pembantu anda itu anda minta duduk di depan bersama anda ada dua hal yang mungkin terjadi. Pertama, kalo pembantu anda masih muda dan kelihatan cantik, sebagian tetangga anda akan menilai anda tengah bergenit – genit dengan pembantu anda itu. Sebaliknya kalo pembantu anda itu sudah tua dan tidak representative maka anda akan merasa tengsin kalo ada orang di jalan yang mengira pembantu anda itu mertua anda atau bahkan istri anda.

Alternatif kedua adalah memintanya untuk duduk di deretan bangku kedua, namun alternative ini juga tidak menawarkan win win solution karena akan segera terlihat kalo anda seperti sopir yang sedang menyetiri majikan. Harga diri anda tentu tidak akan menerimanya, lha wong majikan ee….

Jadilah alternative ketiga yang dipilih, anda menyetir di depan dan pembantu anda duduk di deretan kursi paling belakang. Win win solution ? What do you think ?

Kamis, 10 Juli 2008

Gajah yang terikat

Di sebuah desa di pedalaman, penduduk desa baru saja menangkap seekor gajah yang selama ini sering merusak ladang penduduk. Begitu besarnya ukuran gajah itu sehingga diperlukan tali paling besar yang bisa ditemukan di desa itu untuk mengikat keempat kakinya. Gajah itu semula memberontak hebat untuk melepaskan diri dari tali yang mengungkungnya namun tali itu begitu kuat mengikatnya. Berhari – hari gajah itu mencoba melepaskan diri namun hanya berakhir dengan kelelahan. Hingga akhirnya dia menyerah dan menerima nasibnya terikat pada seutas tali. Berbulan kemudian tali pengikat yang besar itu mulai lapuk dan para petani harus menggantinya dengan tali baru, namun yang ada hanya seutas tali kecil penambat kambing. Para petani mengambil resiko dan mengikat gajah besar itu hanya dengan seutas tali pengikat kambing. Sekali sentak si gajah pasti akan berhasil melepaskan diri, namun hal yang dramatis tidak terjadi. Gajah besar itu tidak berusaha melepaskan diri. Tali kecil itu telah mengikat kemampuan besarnya.

Waktu sekolah di SMP dulu, saya merasa sangat bodoh untuk pelajaran matematika. Nilai 6 sudah menjadi hal yang sangat istimewa dalam rapor saya. Saya berkesimpulan bahwa saya bodoh dalam matematika. Hasilnya, hingga lulus SMA pelajaran matematika menjadi momok paling menakutkan di sekolah. Beruntung di bangku kuliah saya berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan meyakinkan diri saya bahwa saya tidak sebodoh itu. Hasilnya sungguh luar biasa. Mata kuliah statistic berhasil saya taklukkan dengan mudah.

Secara tidak sadar kadang kita terpenjara dalam pikiran kita sendiri, entah karena indoktrinasi dari orang lain ataupun pikiran yang kita buat sendiri. Ingatkah anda ketika diputus pacar pertamakali dan anda berhari – hari menangisinya sambil berkata pada diri anda sendiri bahwa anda tidak mungkin hidup tanpa dirinya ? Perasaan itu begitu membelenggu anda hingga ada seorang gadis cantik yang kembali menghiasi hari – hari anda. Segera setelah anda berhasil melupakan mantan pacar itu maka kebahagiaan kembali melingkupi anda. Hidup hanyalah permainan pikiran. Begitu anda melabeli diri anda bodoh and so it goes…Maka jangan pernah biarkan orang lain membuat penjara untuk diri kita. Jangan biarkan orang lain mencap kita bodoh, dungu atau tidak punya potensi. Andalah orang yang paling tahu segala potensi yang ada dalam diri anda. Kembangkanlah potensi anda itu semaksimal mungkin.

Itulah sebabnya kalau sudah menjadi orangtua, kita dilarang untuk memberi label pada anak – anak kita, entah sebagai anak yang bandel, bodoh, malas ataupun label – label negative lain karena label – label itu akan efektif membuat penjara di pikiran mereka. Cobalah untuk selalu memulai hari anda dengan pikiran positif. Apa yang ada di dalam pikiran anda, itulah yang akan terjadi. Percayalah pada kekuatan pikiran.

Rabu, 09 Juli 2008

Mukjizat

Anda semua tentu tidak asing lagi dengan cerita tentang mukjizat nabi Nuh yang diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun sebuah perahu raksasa. Perahu raksasa itu dibuatnya selama berbulan – bulan bersama keluarganya dan whuzz…..berakhir dengan happy ending. Atau anda yang beragama Kristen tentu ingat cerita memukau dari guru sekolah minggu anda tentang mukjizat yang dibuat Yesus ketika dia harus memberi makan sekitar 5 ribu orang yang mengikutinya ke sebuah bukit. Pada waktu itu Yesus meminta muridnya agar mengumpulkan roti dan ikan yang ada, yang ternyata hanya ada 5 keranjang, dan membuat mukjizat sehingga roti dan ikan itu seakan tidak pernah habis untuk dimakan 5 ribu orang. Pertanyaannya adalah apabila kedua cerita itu adalah mukjizat yang dikehendaki Tuhan, kenapa Tuhan repot – repot memerintahkan kepada nabi Nuh dan keluarganya untuk membuat perahu, toh dengan sabdanya saja Tuhan akan mampu menyediakan perahu raksasa yang muat ditumpangi semua makhluk di muka bumi ini. Atau dengan sekali menjentikkan jarinya saja Yesus akan mampu menyediakan makan untuk orang satu stadion tanpa harus menyuruh muridnya untuk mengumpulkan semua makanan yang tersedia.

Moral dari cerita mukjizat – mukjizat Tuhan adalah bahwa mukjizat datang lewat usaha. Seringkali ketika kita sedang jatuh terpuruk, terkena PHK, usaha kita bangkrut dan episode - episode sedih lainnya, kita berharap ada mukjizat dari Tuhan. Doa kita semakin gencar untuk memohon mukjizat namun kita lupa untuk berusaha. Kita berdoa agar tiba – tiba solusi atas persoalan yang kita hadapi dihadirkan Tuhan di depan kita, seperti sulap di TV yang bisa menghilangkan dan menghadirkan sebuah barang dalam satu jentikan jari. Kita lupa bahwa rencana Tuhan kadang sangat berlainan dengan rencana kita. Kita selalu bilang bahwa kita percaya pada Tuhan namun di sisi lain kita sering secara tidak sadar mendikte Tuhan lewat doa – doa kita.

Suatu hari banjir besar melanda sebuah gereja. Ketika air sudah setinggi lutut orang – orang mulai mengungsi namun sang penjaga gereja tidak mau mengungsi. Kepada orang – orang yang mengajaknya dia selalu bilang bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Ketika air sudah setinggi leher datang perahu penolong, namun sang penjaga memilih untuk naik keatap, karena dia yakin Tuhan pasti akan menolongnya. Perahu penolong datang lagi untuk menyelamatkannya ketika air sudah setinggi atap namun dia memilih untuk naik ke menara gereja, karena yakin Tuhan akan menyelamatkannya.Akhirnya air menenggelamkan menara gereja itu dan sang penjagapun menemui ajalnya. Ketika sudah berada di pintu surga dia bertanya kepada Tuhan, “ Tuhan, kenapa Engkau tidak kunjung menyelamatkanku padahal aku sudah mempercayaimu ?”
Tuhan menjawab,”Bukankah Aku sudah mengirim perahu penolong hingga dua kali namun kamu selalu menolaknya !”

Kalo anda hari ini masih bisa bangun tidur dan membaca tulisan ini, itulah salah satu mukjizat dan hadiah dari Tuhan. Today is a God’s gift, that’s why we called it PRESENT.

Ibu yang selalu kesiangan

Setiap hari saya selalu berangkat ke kantor naik bis umum. Sebenarnya saya bukan termasuk pecinta bis umum namun dengan pertimbangan biaya tentu aja naik bis umum jauh lebih ekonomis. Kebetulan bis umum dari kompleks tempat saya tinggal di selatan Jakarta juga cukup manusiawi dari segi kenyamanan. Biasanya saya berangkat ke kantor dengan bis paling pagi dan sudah akan berada di halte minimal 15 menit sebelumnya agar bisa mendapatkan tempat duduk ideal, paling tidak harus window seat lah. Apalagi bis itu selalu penuh di pagi hari. Meskipun tidak sampai berjejal seperti penumpang KRL namun pasti ada yang kebagian berdiri.

Bermacam tipe orang bisa kita jumpai diatasnya, mulai dari yang berparas cantik bak bintang sinetron namun logat bicaranya medok, ibu – ibu yang suka mengkritik segala jenis iklan yang ada di TV, bapak – bapak yang begitu duduk langsung tidur, hingga teman sebangku yang suka mengajak cerita tak habis – habisnya, padahal biasanya lama perjalanan yang bisa memakan waktu rata – rata satu jam itu saya pakai untuk melanjutkan mimpi yang terganggu tadi malam.

Dari sekian banyak tingkah penumpang itu ada satu yang paling membuat saya kesal yaitu seorang ibu paruh baya yang selalu datang tepat ketika bus akan berangkat dari halte. Sudah jamak berlaku di atas bus umum bahwa kita yang laki – laki harus selalu mendahulukan para perempuan untuk duduk manis dan kita mengalah untuk berdiri perkasa. Adab itu menyebabkan para lelaki perkasa di bus kami harus selalu mengalah sama ibu tadi meskipun saya tahu beberapa dari kami selalu berusaha datang pagi-pagi buta agar mendapatkan tempat duduk idaman kami.

Pertanyaan saya : layakkah ibu tadi selalu mendapatkan tempat duduk dan kami harus selalu mengalah padahal setiap pagi kami sudah berusaha keras agar datang lebih pagi sedangkan ibu tadi dengan privilege kewanitaannya selalu datang paling akhir ?

Mimpi

Sebelum tidur malam anak saya akan berdoa. Kebanyakan doanya berisi permohonan agar dia tidak diberi mimpi jelek malam itu. Bahkan kalau dia sedang mempunyai keinginan yang belum tercapai, dia akan berdoa agar dalam mimpinya dia bisa memiliki semua hal yang diinginkannya itu.

Dalam kehidupan sehari hari kita semua pasti pernah memimpikan hal hal indah bisa terjadi dalam hidup kita. Bahkan pengemis dan anak jalananpun saya yakin pernah punya mimpi yang melebihi batas kemampuannya. Dan terpujilah Tuhan karena untuk semua mimpi indah itu kita tidak perlu membayarnya. Masih ingatkah anda ketika masa SMA dulu ada teman kita yang ke sekolah membawa mobil dan dengan mudahnya menggaet gadis – gadis tercantik di sekolah, maka anda bermimpi suatu ketika nanti anda juga akan ke sekolah membawa mobil yang jauh lebih bagus dari mobil teman anda itu, padahal anda tahu, bahkan orangtua andapun tidak mampu membeli kendaraan bermotor jenis apapun. Seringkali mimpi memiliki mobil itu masih terus tersimpan hingga anda kuliah dan menjadi motivasi tersendiri bagi anda ketika menuntut ilmu di bangku kuliah. Namun setelah itu kebanyakan mimpi itu memudar setelah anda mendapati kenyataan bahwa mencari kerja amatlah susah. Ketika sudah mendapatkan pekerjaan ternyata gaji yang kita terima amatlah kecil sehingga bahkan untuk ongkos naik bis kotapun anda musti berhitung dengan cermat. Lama kelamaan mimpi – mimpi indah itupun lenyap ditelan segala keterbatasan yang melingkupi hidup kita. Lantas kita ingat pesan orangtua kita “Jangan suka bermimpi”.

Ada teman saya yang sejak bertahun tahun lalu memiliki mimpi mempunyai mobil mewah dan hingga hari ini dia rajin mengikuti semua sayembara berhadiah mobil yang dijanjikan bank, provider telepon, tempat belanja hingga produsen kopi instant. Sama seperti semua orang yang berharap menang undian maka pada setiap mendekati masa penarikan undian dia akan semakin rajin berdoa. Dia bermimpi semua hal itu bisa dimilikinya secara instant. Sampai sekarang dia belum berhasil mewujudkan mimpinya itu. Tentu tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya namun bukan salah mimpinya kalo sampai hari ini dia belum mampu mewujudkan mimpinya itu.

Kebanyakan orang sukses mengawali kesuksesannya dengan sebuah mimpi. Mimpi itu yang mampu menggerakkan mereka untuk bekerja keras setiap hari. Mimpi itu mampu mereka transformasikan menjadi sebuah kenyataan lewat kerja keras dan perjuangan tak kenal menyerah. Banyak orang suka bermimpi hanya karena mereka suka menikmati mimpi indah yang dibuatnya namun tidak berusaha keras untuk mewujudkannya. Sebaliknya banyak juga orang yang suka bermimpi dan berkomitmen untuk mewujudkannya. Memang perjuangan untuk mewujudkan mimpi tidak mengenal kata mudah sehingga acapkali orang lebih cepat berhenti daripada ketika akan memulainya. Mungkin anda perlu waktu 2 atau 3 tahun hanya untuk bermimpi memiliki sebuah rumah makan kecil yang menjual resep kebanggaan keluarga anda, namun ketika warung itu sudah berdiri, hanya perlu waktu 6 bulan untuk menutupnya hanya karena pendapatan yang anda raih ternyata tidak sebesar yang anda bayangkan.


Apabila suatu ketika anda berjalan-jalan dan melihat bangunan yang begitu indah dan megah hingga anda tidak berhenti mengaguminya maka percayalah bahwa bangunan megah itu berawal dari mimpi sang pembuatnya.

Saya percaya bahwa semua orang berhak untuk memimpikan hidup yang lebih baik dan mumpung bermimpi seindah apapun belum dikenakan bayaran, kenapa anda tidak mulai membangun mimpi indah dari sekarang. Yang anda butuhkan hanya komitmen yang besar untuk bisa mewujudkan mimpi – mimpi indah itu. Tidak pernah ada kesuksesan tanpa pengorbanan yang sepadan. Pertanyaannya hanyalah seberapa besar anda mau berkorban demi mimpi indah anda. Berkorban waktu, berkorban tenaga, dan pengorbanan – pengorbanan lainnya.

Percayalah, mewujudkan mimpi indah bukanlah hal yang mudah namun jangan sekali-sekali biarkan orang lain merenggut kemampuan anda dalam bermimpi, apalagi melarang anda untuk bermimpi. Apabila anda sudah mulai letih dan kehilangan semangat untuk mewujudkan mimpi anda ingatlah dan dengarkan lirik lagu “Hero” yang dibawakan dengan indahnya oleh Mariah Carey, niscaya anda akan mendapatkan energi baru untuk mewujudkan mimpi indah anda itu.

Lord knows dreams are hard to follow, But don't let anyone tear them away. Hold on, there will be tomorrow, In time you'll find the way.
And then a hero comes along with the strength to carry on and you cast your fears aside and you know you can survive.
So, when you feel like hope is gone look inside you and be strong and you'll finally see the truth that a hero lies in you.

Selasa, 08 Juli 2008

Investasi di property

Salah satu alternatif investasi yang cukup menjanjikan saat ini adalah investasi di bidang property. Investasi di bidang ini menjanjikan keuntungan yang kadang tidak terduga, meskipun kalo salah pilih juga bisa berakhir dengan jeblok. Maka itu perlu beberapa pertimbangan sebelum berinvestasi di bidang property.
Langkah pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan investasi di property adalah tentukan dahulu jenis property yang ingin anda miliki, apakah dalam bentuk rumah, apartemen, rumah toko, rumah kantor atau malah kios di mall. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Sesuaikan dengan tujuan investasi anda. Kemudian tentukan budget yang anda ingin anggarkan. Tanpa budget yang jelas kita jadi susah menentukan pilihan baik jenis maupun lokasinya. Ibaratnya datang ke toko pakaian, apabila anda belum memiliki gambaran tentang baju yang akan dibeli tentu saja anda menjadi tidak focus, bisa – bisa seharian anda berada di toko tersebut tanpa membawa pulang barang satupun.
Berikutnya yang harus diperhatikan adalah cara pembayaran yang akan anda lakukan untuk membeli property idaman anda tersebut apakah anda akan membayarnya secara cash atau lewat KPR bank anda. Apabila anda memilih pembayaran lewat bank tentu saja anda harus mempertimbangkan tingkat suku bunganya. Ada 2 jenis bunga bank yaitu bunga flat dan bunga efektif. Bunga efektif kira – kira besarnya setara dengan 2 X bunga flat, artinya apabila bank mengatakan bunganya flat sebesar 9 % p.a artinya setara dengan tingkat suku bunga efektif sebesar 18 % p.a. KPR biasanya mensyaratkan adanya pembayaran uang muka minimal 30 % dari harga rumah. Saat pengajuan KPR anda juga akan dikenakan biaya appraisal yang besarnya sekitar Rp.200 rb.

Beberapa tips sederhana yang bisa anda gunakan ketika anda berniat untuk berinvestasi di bidang property adalah sebagai berikut :
  1. Pilihlah property yang berada di dekat sekolah ternama karena nilainya cenderung meningkat lebih cepat dan lebih gamapang dijual.
  2. Jangan membeli rumah terbaik di suatu kompleks karena biasanya nilainya sudah terlalu tinggi.
  3. Belilah rumah dengan akses jalan dan transportasi yang mudah meskipun letaknya jauh dari pusat kota.
  4. Pergilah meninjau rumah yang akan kita beli pada malam hari. Ingat, sebagian besar waktu hidup kita yang akan kita habiskan di rumah terjadi di malam hari.
  5. Jangan memilih rumah yang letaknya tusuk sate karena meskipun anda tidak mempercayai hal tersebut namun ketika akan dijual lagi nanti kebanyakan pembeli masih percaya akan hal itu.
  6. Jangan membeli rumah yang terletak berdekatan dengan kompleks pemakaman ataupun mesjid. No offense, rumah deket mesjid biasanya kurang diminati pembeli sedangkan rumah di deket pemakaman biasanya nilainya akan turun apabila dijadikan jaminan di bank.

    Apabila anda masih awan dalam hal property, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli property idaman anda melalui agent property yang sekarang ini jumlahnya sudah sangat banyak.

    5 Alasan membeli rumah lewat agen property :
  1. Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk berkeliling di suatu area demi mendapatkan rumah idaman anda.
  2. Anda akan mendapatkan harga yang fair untuk rumah idaman anda karena biasanya agent property akan memberikan masukan kepada pihak penjual tentang harga pasar dari rumah yang akan dijual.
  3. Legalitas rumah yang akan anda beli biasanya sudah diperiksa dulu oleh agent property sehingga lebih aman bagi anda.
  4. Sebelum menjadi agent property mereka biasanya harus mengikuti training sertifikasi terlebih dahulu sehingga anda tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan mereka. Ingat semuanya itu bisa anda lakukan secara gratis.
  5. Anda tidak perlu membayar agent property untuk jasanya itu karena komisi dibayar oleh pihak penjual.

Asuransi

Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi di Indonesia terungkap fakta bahwa rata-rata orang Indonesia mempersiapkan dana pensiunnya mulai usia 49 tahun atau hanya 11 tahun dari masa pensiun andai diasumsikan bahwa orang pensiun pada usia 60 tahun. Dengan persiapan masa pensiun sependek itu lantas berapa banyak tabungan yg bisa terkumpul untuk dinikmati saat pensiun nanti ? Padahal seperti sudah jamak terjadi, masa pensiun adalah masa dimana kita semua membutuhkan dana yang lebih banyak dari biasanya untuk perawatan kesehatan, maklum usia sudah mulai uzur. Atau kalo cukup beruntung kita bisa bergantung pada anak – anak kita di masa tua nanti dan mudah-mudahan anak-anak yang kita besarkan bisa hidup sejahtera sehingga kita bisa menggantungkan masa tua kita pada mereka, ditambah doa semoga kita mendapatkan menantu yang baik hati dan tidak setiap hari mengomel dan menyindir keberadaan kita di tengah keluarga mereka. Kalo anda tidak siap dan yakin dengan alternative masa tua seperti itu sebaiknya mulai sekarang anda memikirkan satu alternative lain yang bisa memberikan kepastian untuk masa tua anda yaitu ASURANSI. Percayalah, asuransi penting untuk semua orang no matter anda kaya atau apalagi miskin.

Asuransi berhubungan erat dengan aktifitas menabung dan sayangnya bagi kebanyakan orang Indonesia, menabung adalah kegiatan yang dilakukan hanya apabila ada kelebihan uang belanja, artinya pos menabung diisi paling akhir setelah semua pos yang lain terpenuhi dan asuransi memaksa anda untuk merubah kebiasaan itu. Anda harus menyisihkan uang untuk membayar asuransi sebelum menggunakannya untuk keperluan lain. Merubah kebiasaan adalah hal yang paling susah untuk dilakukan. Apalagi masih ditambah pikiran bahwa klaim asuransi itu sulit dan berbeli belit, maka makin lengkaplah pembenaran atas sikap tidak mau berasuransi. Padahal asuransi adalah alternative paling bagus untuk menjamin kepastian masa depan anda dan keluarga. Ditambah kenyataan bahwa rata –rata tabungan di asuransi kini menjanjikan tingkat pengembalian yang jauh lebih baik daripada tabungan di bank. Bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Rata-rata produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan asuransi besar saat ini adalah kombinasi asuransi dan tabungan artinya apabila anda membuka sebuah polis asuransi jiwa untuk anda maka selain pertanggungan atas jiwa anda secara otomatis anda juga akan mendapatkan tabungan yang bisa diambil kapan saja, tentu saja dengan beberapa persyaratan tertentu. Selain itu hampir semua perusahaan asuransi menawarkan fasilitas cuti premi setelah tahun tertentu, artinya anda cukup membayar premi asuransi anda untuk beberapa tahun saja namun anda akan tetap mendapatkan manfaat perlindungan atas jiwa anda sampai masa tua anda, let’s say hingga usia 75 tahun. Lalu apa yang akan anda dapatkan apabila ternyata pada akhir masa pertanggungan ternyata anda masih segar bugar ? Anda bisa mendapatkan semua uang tabungan anda yang nilainya tentu sudah berlipat – lipat jumlahnya.

Sebagai sebuah contoh mari kita asumsikan bahwa saat ini anda berusia 30 tahun dengan seorang anak berusia 2 tahun dan anda belum memiliki asuransi sama sekali. Setelah dihitung-hitung anda mampu menyisihkan dana Rp.10 jt rupiah per tahun untuk kebutuhan asuransi anda. Dengan pertimbangan bahwa 10 tahun lagi anak anda sudah mulai masuk sekolah menengah dan membutuhkan biaya yang besar maka anda memutuskan untuk membayar premi hanya untuk 10 tahun saja. Apa yang bisa anda dapatkan ? Pertama anda akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa sebesar Rp.300 juta, artinya apabila anda tiba-tiba diperlukan kehadirannya di surga maka keluarga anda akan mendapatkan uang tunai senilai Rp.300 juta, tak peduli pada tahun keberapapun anda harus meninggalkan keluarga. Apabila kepergian anda yang secara tiba – tiba itu akibat kecelakaan maka keluarga anda akan mendapatkan santunan senilai Rp.600 juta. Masih ditambah fasilitas penggantian biaya perawatan di rumah sakit senilai Rp.500 ribu per hari selama maksimal 90 hari per tahun. Dan masih ada lagi, apabila sebelum usia 60 tahun anda mengalami cacat tetap total maka perusahaan asuransi akan membayari premi anda tersebut secara terus menerus hingga anda berusia 75 tahun. Bagaimana dengan tabungannya ? Dengan asumsi bahwa tabungan anda akan bertumbuh sebesar 18 %/tahun ( sekedar informasi, saat ini untuk investasi yang berbasis saham pertumbuhannya bisa mencapai rata-rata 60 %/th ) maka pada saat anda berusia 75 tahun nanti anda akan memiliki tabungan sebesar Rp.35,3 M. Amazing bukan ? Dan lebih menarik lagi karena tabungan ini bisa diambil kapanpun anda mau sesuai kebutuhan anda dengan beberapa persyaratan tertentu yang berbeda untuk tiap perusahaan asuransi. Ada yang mensyaratkan anda untuk menyisakan minimal Rp.5 jt apabila anda ingin pertanggungan tetap berlaku. Ada pula yang membatasi pengambilan tabungan hingga maksimal 3 kali per tahun. Tapi pada prinsipnya anda boleh mengambil tabungan yang ada kapanpun anda kehendaki. Selain itu produk asuransi sebenarnya bersifat fleksibel artinya anda bisa menggunakannya sebagai rencana pensiun, pendidikan anak ataupun hanya sebagai warisan. Kalo anda sering menerima penawaran dari berbagai perusahaan asuransi dengan nama tabungan pendidikan, tabungan pension atau apapun namanya maka itu hanya sebuah cara dari perusahaan asuransi untuk mengkomunikasikan produknya kepada public agar public lebih focus dalam memahami produk yang ditawarkan.

Bagaimana dengan urusan klaim ? Apakah benar seperti yang dikatakan banyak orang bahwa klaim asuransi itu berbelit belit ? Itu jaman dulu ! Perusahaan asuransi jaman sekarang malah berlomba – lomba agar semua prosedur itu bisa berjalan dengan lancar demi kepuasan nasabah. Rata – rata proses klaim di perusahaan asuransi saat ini memakan waktu sekitar 14 hari kerja. Nah supaya anda juga tidak mengalami kesulitan ketika melakukan klaim maka satu hal yang harus anda perhatikan adalah pada saat pengisian form aplikasi asuransi, pastikan bahwa semua data yang anda tulis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : apabila anda pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu, pastikan bahwa anda menuliskannya di form aplikasi. Dari segi pembayaran premi mungkin tidak akan berpengaruh banyak namun apabila anda mengabaikannya bisa berakibat gagal klaim karena ketika anda melakukan klaim maka perusahaan asuransi akan melakukan proses underwriting artinya mereka akan memeriksa semua resiko yang ada pada anda dan memastikan bahwa anda sudah menyebutkan semua resiko tersebut sebelumnya.

Lantas bagaimana cara memilih asuransi yang benar ?
Yang paling utama, pastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut berada dalam keadaan sehat. Hal ini bisa dilihat dari tingkat RBC atau Risk Based Capital, ini merupakan perhitungan atas permodalan dibagi resiko perusahaan. Sesuai ketetapan pemerintah maka RBC perusahaan asuransi di Indonesia minimal adalah 120 % artinya modal perusahaan itu harus sebanyak 120 % dibanding resiko yang ditanggung perusahaan.

Kedua, pilihlah agen asuransi yang kompeten. Banyak agen asuransi yang menjual produk asuransi secara asal, yang penting mendapatkan komisi secara maksimal sehingga dia akan menjual asuransi dengan semua asuransi tambahan yang menyertainya tanpa peduli apakah anda membutuhkan asuransi tambahan tersebut atau tidak. 

Contohnya apabila anda mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor tempat anda bekerja dan jumlahnya sudah mencukupi, anda tentu tidak perlu membayar asuransi tambahan untuk perawatan rumah sakit karena premi tahunannya cukup mahal. Kompetensi sang agen ini dibuktikan dengan lisensi yang dikeluarkan oleh AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Semua agen asuransi wajib mengikuti ujian ini, jadi jangan ragu-ragu untuk menanyakan lisensi ini pada agen asuransi yang mendatangi anda.

Ketiga, tidak terlalu prinsip namun penting untuk kenyamanan anda adalah pilih perusahaan asuransi dengan jaringan yang luas. Ini akan memudahkan anda untuk mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan polis anda di kemudian hari.

Ingatlah, masa depan pasti akan datang baik anda rencanakan ataupun tidak, jadi kenapa anda tidak merencanakannya dari sekarang, mumpung masih ada waktu…..

Investasi di reksadana

Kalau anda malas belajar saham dan nggak ada waktu untuk melihat bagaimana harga saham bergerak, anda bisa saja menaruh dana anda di Reksadana. Kalau mau taruh di reksadana sebaiknya anda lihat kinerja reksadana itu. Banyak media yang menawarkan display tingkat pengembalian reksadana. Sebagai bahan penilaian, coba anda periksa tingkat pengembalian dalam satu tahun, juga anda prediksi trend yang sedang berkembang di tahun berjalan. Namun anda harus selalu ingat bahwa tingkat pengembalian di reksadana tidak pernah dijamin, artinya nilainya akan selalu naik turun sesuai situasi pasar, bahkan sekalipun untuk jenis yang disebut reksadana berpendapatan tetap, maka yang berpendapatan tetap adalah instrument investasinya atau underlying assetnya seperti misalnya surat oblligasi. 

Kalau anda sudah memahami trendnya barulah ambil keputusan untuk nyemplung ke dalamnya. Seperti misalnya sepanjang tahun 2007, trend yang ada adalah trend saham dan ini sudah banyak di perkirakan oleh para jurnalis saham baik di Kontan, Bisnis Indonesia atau Majalah Investor maka anda bisa masuk ke reksadana kandungan saham. Kalaupun udah masuk reksadana, saran saya berpindahlah sesuai dengan trend pasar. Ketika pasar saham sedang jenuh karena goncangan harga minyak dunia yang semakin menggila dan melesat ke langit ketujuh seperti saat ini maka reksadana yang terbaik adalah jenis reksadana pasar uang. Atau ketika suku bunga bank jatuh maka kita lebih baik masuk ke dalam reksadana kandungan obligasi, atau ketika dana asing gede-gedean masuk ke saham maka yang kita beli adalah reksadana saham.
 
Di kolom bisnis keuangan harian bisnis Indonesia terungkap bahwa rata-rata tingkat pengembalian dalam setahun reksadana berbasis saham pada tahun 2007 mencapai angka 60%! Ini adalah angka yang luar biasa mengingat cara berinvestasi reksadana adalah `pengecut' (menurut istilah orang yang jago saham) karena dana terdiversifikasi secara luas.

Charge untuk masuk reksadana atau biasa disebut management fee sekitar 1.5%. Selain itu juga ada charge masuk dan keluar sebesar 2% untuk perpindahan ke setiap jenis reksadana yang berbeda, untuk itu anda hitung lagi biaya-biaya yang keluar dalam jenis investasi ini.

Ketika anda berinvestasi di reksadana maka anda akan dituntut untuk akrab dengan istilah NAB. NAB yang merupakan singkatan dari Nilai Aktiva Bersih atau Net Asset Value (NAV) merupakan alat ukur kinerja reksadana. NAB terbentuk dari portofolio reksadana yang bersangkutan. Kekayaan atau aktiva reksadana dapat berupa kas, saham, obligasi, right, dan efek lainnya. Sementara pada kewajiban reksa dana dapat berupa fee manajer investasi yang belum dibayar, fee bank kustodian yang belum dibayar, pajak-pajak yang belum dibayar, fee broker yang belum dibayar serta pembelian efek yang belum dilunasi.Nilai Aktiva Bersih adalah jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban- kewajiban yang ada. Sedangkan NAB per unit penyertaan merupakan jumlah NAB dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar (outstanding) . Dengan melihat seperti ini nilai NAB sangat bergantung pada kinerja asset yang merupakan portofolio reksadana tersebut. 

Kalau harga asset-asset reksadana itu mengalami kenaikan maka NAB-nya tentu mengalami kenaikan,demikian juga sebaliknya. Setiap sore manajer investasi reksadana akan menilai harga pasar wajar seluruh asset reksadana baru. Dalam menilai pasar wajar tersebut termasuk semua keuntungan atau kerugian, baik yang telah direalisasikan maupun yang belum. (Kalau harga saham dalam portofolio naik, nilai portofolio akan naik pula, walaupun sahamnya sendiri tidak dijual).
 
NAB per saham/hari dihitung setiap hari oleh Bank Kustodian setelah mendapat data dari manajer investasi dan nilai tersebutlah yang pada hari berikutnya dapat dilihat di koran-koran yang menyediakan data harga-harga NAB.

Kalau ingin diversifikasi investasi yang lengkap sebaiknya anda jangan masuk langsung ke pasar obligasi karena anda akan dikenakan pajak. Salah satu tujuan utama orang bikin reksadana obligasi adalah untuk menghindari pajak obligasi. Jadi berinvestasilah di reksadana obligasi.
Secara klasik ramuan diversifikasi investasi adalah :
- Investasi di Saham10%
- Investasi di Reksadana 30%
- Investasi di Fixed Asset 60%

Ingat nasehat don’t put your eggs in one basket khan.

Investasi di pasar saham

Salah satu instrument investasi yang sangat bersinar di tahun 2007 kemaren adalah investasi di saham, returnnya lebih dari 50 % setahun, sebuah angka yang fantastis khan ? Seberapa mudah sih investasi di pasar saham ?Kalau anda mau bermain sendiri di pasar saham, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mencari perusahaan sekuritas, ini adalah perusahaan yang akan menjadi perantara anda dengan Bursa efek. Anda bisa menelpon ke sekuritas yang anda anggap layak. Saran saya : carilah perusahaan sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) besar, bagian dari group besar, pelayanan yang cepat, broker-broker sahamnya yang memenuhi etika dan yang terpenting adalah perusahaan sekuritas itu secara akal sehat jauh dari bangkrut. Saat ini biasanya perusahaan sekuritas melayani open account / deposit rata-rata Rp. 25 juta, atau Rp.50 juta untuk perusahaan sekuritas besar. Besarnya biaya transaksi jual / beli saham biasanya berkisar antara 0.25% sampai 0.35% dari nilai transaksi, ditambah biaya lain-lain seperti PPN 10% dari komisi broker. Untuk transaksi jual biasanya dikenakan PPh sebesar 0.1% dari nilai transaksi. Semua angka – angka itu tentu harus anda perhitungkan dalam penghitungan return investasi anda. Untuk keterangan lebih lanjut tentang prosedur jual / beli saham, anda sebaiknya menanyakan lebih rinci pada broker anda pada saat anda meminta formulir jual beli saham. Oh ya sebelum formulir bertransaksi disetujui, dana anda akan diklarifikasi terlebih dahulu oleh perusahaan sekuritas. Hal ini untuk mematuhi kode etik PPATK tentang money laundry, jadi silsilah uang anda akan ditanya secara rinci. Tapi anda tidak perlu khawatir kalau emang uang anda bukan dari dana suap atau komisi gelap-gelapan karena prosedurnya juga longgar, nggak kayak KPK kalo lagi bongkar ruangan anggota DPR,hehehe.....

Sebagai pemain pemula di pasar saham maka langkah pertama sebaiknya anda membeli saham-saham blue chips sembari mengenal pola pergerakan harga. Setelah anda memahami irama pasar anda akan bisa merasakan diri anda lebih cocok dimana, sebagai investor short term atau sebagai long term investor. Dengan transaksi long term hasil yang didapat akan lebih maksimal, namun ada juga orang yang mahir dalam short term. Biasanya orang jenis ini mudah menguasai pasar saham jenis gorengan dan memiliki insting yang kuat untuk kapan keluar pasar atau kapan masuk pasar. Buy on Weakness adalah prinsip dasar mereka. Kalau mau jadi investor long term sebenarnya mudah nggak usah berpikir rumit-rumit seperti analis saham yang jago baca laporan keuangan itu. Baca aja Kompas, Harian Bisnis Indonesia atau tabloid Kontan tiap hari. Semakin kita rajin baca koran maka semakin kita bisa tahu ke arah mana dunia bergerak.
Sebagai contoh di tahun 2004 ketika mulai ada kenaikan subsidi BBM,dari sini kita akan berpikir pasti industri-industri besar akan mencari energi alternative. Nah bila pikiran kita itu sudah bisa mengambil dialektika dari berita pasar biasanya kita akan seirama dengan gerakan berita (ingat di dunia ini bukan kita seorang yang pintar, dunia bergerak berdasarkan anggapan kolektif). Saat itu ada saham BUMN PGAS yang go public. Antara go publiknya PGAS dengan momen harga minyak bisa dipastikan adalah seiring sejalan. Artinya, pemerintah menghendaki adanya energi alternatif dan dipastikan dunia tidak akan bisa bergerak normal ke depan tanpa energi gas. Dari situ aja kita bisa nyimpen saham PGAS dalam waktu lama. Begitu juga dengan saham-saham pertambangan seperti BUMI Resources. Tahun 2003-2007 adalah tahun yang mujur bagi saham-saham spekulatif jenis pertambangan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda pakai sebelum nyebur ke bursa saham. Tentu tips ini tidak menjamin anda akan untung, tapi paling tidak membantu anda memahaminya dan tidak terombang ambing dalam gelombang saham:
  1. Pahami Pasar
    Jangan merasa pintar dan menguasai pasar.
    Ikuti irama pasar, jangan menantangnya, artinya kalo harga lagi turun drastis anda tidak perlu memborongnya.
  2. Baca berita terus menerus baik yang menyangkut ekonomi, politik dll kecuali berita infotainment.
  3. Sebelum kita mendapatkan keyakinan jangka panjang terhadap satu jenis saham, investasikan dana anda pada saham-saham blue chips. Disiplin terhadap karakter investasi anda.
  4. Jangan terpengaruh omongan teman yang nggak jelas. Percayalah teman anda akan segera menghilang begitu anda rugi.
    Terus pantau kecenderungan harga.
Satu hal paling penting untuk diingat adalah dalam pasar modal sesungguhnya kita mengelola kerakusan kita. Semakin baik manajemen kelola kerakusan semakin baik kita mendapatkan tingkat pengembalian.

Perencanaan Keuangan

Dalam salah satu episode acara Oprah Winfrey pernah ditampilkan satu documentary tentang seorang gelandangan yang biasa tidur di trotoar jalan dan sama sekali tidak punya harta berharga kecuali selembar selimut yang selalu menemani malam – malam dinginnya. Kepada orang itu diberikan uang yang cukup besar jumlahnya dan boleh dia pergunakan untuk apapun juga tanpa ada keharusan menggantinya seandainya uang itu habis. Alih alih digunakan untuk memperbaiki hidupnya, si pengemis tersebut kemudian membelanjakan uangnya untuk membeli satu buah truk bagi seorang temannya, dan membeli barang – barang lain yang tidak bernilai. Singkat cerita, hanya kurang dari satu tahun uangnya sudah habis dan dia kembali hidup menggelandang.

Dari documentary itu kita bisa belajar bahwa ternyata memiliki uang banyakpun tidak menjamin hidup kita akan otomatis bertambah baik kalau kita tidak bisa membuat perencanaan keuangan yang bagus. Kalau orang yang memiliki uang yang banyak saja memerlukan perencanaan keuangan tentu orang – orang dengan uang yang pas-pasan perlu juga memiliki perencanaan keuangan, itu logika sederhananya. Namun ada juga yang bilang, karena uang yang kita miliki sangat pas-pasan maka tidak perlu ada perencanaan keuangan, toh uang itu akan habis juga, masa bodohlah dengan perencanaan keuangan ! Karena uang anda adalah hak anda tentu anda boleh punya prinsip sendiri-sendiri dalam mengelolanya namun sesunguhnya seberapapun banyaknya uang anda, perencanaan keuangan tetaplah penting karena 2 faktor :
Pertama karena penghasilan kita tidaklah bebas dari factor resiko seperti PHK yang tiba-tiba ataupun sakit yang kita derita.

Dan kedua karena kita hidup tidak hanya sampai hari ini saja. Masih ada hari esok yang perlu kita pikirkan kelangsungannya. Prinsipnya hope for the best but prepare for the worst.

Banyak teman saya yang memiliki cita-cita menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi, kalau perlu sampai ke luar negeri, tapi giliran ditanya apa persiapan yang sudah dilakukan untuk mendukung rencananya itu jawabannya kebanyakan “liat nanti sajalah, kalau Tuhan memang berkehendak pasti semuanya akan tercapai”. Tuhan memang punya hak prerogative untuk mewujudkan semua permohonan dan doa kita namun apakah anda rela membiarkan anak-anak anda menyongsong masa depannya hanya dengan sepotong doa dan kepasrahan kepada yang Maha Kuasa ? Disinilah diperlukan peran dari perencanaan keuangan yang baik.

Perencanaan keuangan yang paling sederhana sebenarnya hanyalah upaya untuk mengelola penghasilan anda dengan komposisi pengeluaran yang seimbang. Yang paling simple kira kira membaginya adalah 30% untuk belanja rumah tangga bulanan, 30% untuk membayar semua kewajiban anda, termasuk hutang kartu kredit dan hutang di warung makan sebelah kantor dan 30 % lagi untuk ditabung. 10% sisanya digunakan untuk urusan darurat seperti misalnya pergi ke dokter ataupun bersenang senang bersama buah hati anda. Dari 4 pos diatas saya yakin yang paling memberatkan anda adalah pos tabungan meskipun anda semua memiliki rekening tabungan. Buat saya sendiri menabung adalah sesuatu yang tidak pernah menjadi prioritas sampai hidup membawa saya ke keadaan dimana saya harus berpikir (meskipun dalam hati) “ seandainya saja saat itu saya punya tabungan”. Keberatan itu biasanya dilandasi alasan bahwa penghasilan kita selama ini hanya sekedar cukup untuk menutup pengeluaran bulanan kita dan tidak ada sisa buat ditabung. Benarkah demikian ? Mari kita ingat-ingat, berapa kali dalam satu bulan ini kita membeli baju baru, berapa kali anda pergi ke coffee shop untuk nongkrong bersama teman-teman anda, atau berapa kali anda terpaksa naik taksi padahal biasanya naik bis kota hanya karena anda bangun kesiangan ?

Salah satu kunci untuk bisa membuat perencanaan keuangan yang baik bagi masa depan anda dengan kondisi keuangan yang menurut anda pas-pasan saja adalah kemauan untuk menurunkan standard hidup kita saat ini demi masa depan yang lebih baik, cie…bahasanya promosi banget. Namun berdasarkan survey yang dilakukan oleh AXA life Asia tahun 2007 lalu terungkap bahwa hanya 26% orang Indonesia yang mau menurunkan standard hidupnya saat ini untuk masa depan yang lebih baik.

Hidup memang sebuah jebakan. Ingatkah anda ketika dulu hanya bisa makan berlauk daging ayam seminggu sekali ? Saat itu rasanya daging ayam adalah sesuatu yang maha enak. Namun pelan – pelan ketika kesejahteraan kita meningkat dan kita bisa makan berlauk ayam setiap hari maka nilai kenikmatan ayam menjadi jauh berkurang, sebaliknya makan tanpa ayam menjadi tidak terasa enak lagi. Begitulah meningkat seterusnya. Pernahkah anda terpikir bahwa lebih banyak kenikmatan yang bisa dinikmati orang miskin daripada orang kaya ?

Menurunkan sedikit dari gaya hidup kita untuk masa depan yang lebih baik bukanlah sesuatu yang amat menyiksa. Mulailah dari hal kecil seperti mengurangi frekwensi hang out bersama teman atau merencanakan menu makan siang anda secara lebih cermat dan berusaha untuk mendisiplinkan diri anda dengan rencana yang sudah disusun. Saya seringkali menjadi sangat boros hanya karena mengikuti ajakan teman-teman kantor untuk makan di mall padahal saya sudah berlangganan catering. Atau di hari lain karena tidak tahu mau makan apa terpaksa menelpon delivery order dari salah satu restoran cepat saji padahal saya tidak begitu menikmatinya. Percayalah, kalau hal – hal kecil itu bisa anda control maka anda akan mempunyai banyak uang yang bisa ditabung untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik. Apabila terlalu banyak pos yang harus dibenahi untuk membuat perencanaan keuangan maka saran saya mulailah dengan memotong kartu kredit anda dan menutupnya. Kemudian berusaha melunasi semua hutang yang ada secepatnya kecuali hutang yang bersifat produktif. Hidup tanpa hutang akan terasa lebih enteng. Trust me.

Tobat

Pada suatu session manajemen coaching pernah diajukan sebuah pertanyaan sederhana kepada para pesertanya. Mereka diminta untuk menuliskan 3 hal yang akan mereka lakukan seandainya mereka tahu bahwa besok mereka akan meninggal dunia. Hasilnya, dari sebagian besar peserta, diantara 3 jawaban yang diberikan, salah satunya adalah mereka ingin berbicara untuk terakhir kalinya entah kepada saudara, anak, istri, teman, kekasih, bekas kekasih, tetangga ataupun orang tua mereka baik untuk minta maaf, mengatakan cinta, menjelaskan tentang kesalahpahaman ataupun hal – hal lain. Mengherankan bahwa sebagian besar dari kita ternyata lebih suka memendam perasaan hingga saat – saat terakhir. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus menunggu hingga saat – saat terakhir hidup kita kalo semuanya itu bisa kita lakukan saat ini juga. Dan inilah hal yang paling berat, pengakuan menuntut perubahan. Permintaan maaf menuntut pertobatan. Dan rata – rata dari kita belum siap untuk melakukan perubahan yang dituntut.

Dalam tradisi gereja Katholik ada sakramen pengakuan dosa. Dalam ritual ini umat mengaku secara langsung, face to face kepada pastor atas dosa – dosa yang telah dia perbuat. Di masa lalu, para pastor kemudian akan menetapkan berapa besar uang yang harus disediakan oleh umat bagi gereja berdasarkan berat tidaknya dosa yang mereka akui untuk menebus dosa mereka dan disinilah penyelewengan biasa terjadi. Komersialisasi dosa dilakukan untuk kepentingan gereja dan pemimpin agama sehingga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan rohaniwan reformis yang dipimpin Martin Luther King hingga memunculkan kelompok baru yang tidak mau lagi tunduk pada kekuasaan Paus di Roma dan yang sekarang kita kenal sebagai gereja Kristen. Namun di jaman sekarang, pengakuan dosa tidak lagi melibatkan uang dan inti dari pengakuan dosa adalah pertobatan. Umat diharapkan tidak lagi melakukan dosa – dosa yang telah diakuinya setelah pengakuan dosa tersebut. Pengakuan memperkuat kesadaran bahwa apa yang kita lakukan adalah sebuah dosa. Berapa banyak dari kita yang suka melakukan kebohongan ( meskipun dalam skala kecil – kecilan ) dan tidak menganggap itu sebuah dosa ? Atau kita sering menikmati sore yang indah sepulang kerja bersama pria atau wanita yang bukan suami atau istri kita dan menganggap itu bukan sebuah dosa karena just for fun ? Padahal kalau mau jujur, nurani kita berkata lain. Hati nurani kita selalu bekerja keras setiap hari untuk mengingatkan kita akan dosa yang akan kita lakukan seberapapun kecilnya kadar dosa itu. Ada yang mengatakan, hati nurani kita itu ibarat roda gergaji yang berputar dan akan mengiris hati kita setiap kali kita akan berbuat dosa, namun kalau kita terlalu sering mengabaikannya maka lama kelamaan hati kita akan menjadi kebal terhadap irisan gergaji itu dan kita tidak lagi merasa nyeri ketika melakukan dosa.

Dalam bahasa latin tobat disebut dengan “ meta noia “ yang artinya berjanji untuk tidak melakukan lagi. Unsur paling penting dari suatu pertobatan adalah “tidak akan melakukan lagi”. Dan itulah unsur yang paling memberatkan dalam pertobatan. Siapkah anda untuk mengakui bahwa selama ini anda sudah melakukan korupsi di kantor dan berjanji untuk tidak mengakuinya sedangkan anda ingat tahun depan anak anda akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan sekolahnya ? Berat ya….
Itulah alasan mengapa orang biasanya menunda untuk berbicara kepada orang lain dan menunggu hingga saat terakhir hidupnya. Malangnya, akhir hidup kita adalah hak prerogative Tuhan dan kita tidak pernah tahu kapan saat - saat terakhir itu akan tiba. Kata orang bijak, hal yang paling menyakitkan bukanlah apa yang telah kita ucapkan namun apa yang tidak sempat kita ucapkan.

Menunda

Syahdan menurut cerita, akibat suksesnya para pemuka agama untuk membimbing para umatnya, setan-setan mulai frustasi menggoda umat manusia agar mau mengikuti jalannya, jalan yang sesat dan penuh dosa. Manusia menjadi sangat takut untuk berbuat dosa ataupun melanggar semua perintah Tuhan dan selalu menjauhi larangannya. Akhirnya mereka mengadakan apel besar untuk melakukan brain storming guna menemukan bujukan paling efektif bagi umat manusia agar mau berbuat dosa. Berbagai usul diajukan mulai dari usul agar manusia diiming – imingi dengan harta dunia, bebas dari neraka ataupun kortingan dosa namun semuanya dianggap tidak akan bisa membujuk manusia hingga suatu ketika satu setan ( saya belum menemukan satuan yang tepat untuk setan. Mau disebut sesosok kok kadang-kadang setan suka menghilang, disebut seorang bukan orang, sebuah bukan barang, apalagi sebiji, saya ga yakin mereka punya biji ) memiliki sebuah ide yang sangat brilian. Menurut setan itu manusia tidak akan pernah mau dibujuk untuk berbuat dosa karena mereka begitu takut akan hari kiamat, yang perlu diyakinkan kepada manusia hanya bahwa mereka masih punya cukup waktu untuk bertobat, bahwa besok masih ada waktu dan bahwa mereka tidak perlu menyelesaikan tugas-tugasnya hari ini. Dan terbukti bahwa bujukan ini sangat efektif menjatuhkan manusia.

Dalam dogma Kristen, salah satu dari tujuh dosa berat adalah MALAS dan saya yakin hampir semua dari anda tidak terima dan bahkan akan marah besar kalo ada orang yang menyebut anda pemalas. Tapi ada satu kegiatan yang sering saya lakukan, tidak membuat saya merasa bersalah, apalagi berbuat dosa namun efeknya sebenarnya hampir sama dengan kalau saya lagi malas. Kegiatan itu adalah MENUNDA. Yup, inilah musuh utama saya dalam bekerja dan rasanya juga menjadi kebiasaan dari banyak orang. Perlu bukti ? Lihatlah betapa bagian back office perusahaan – perusahaan asuransi menjadi begitu sibuk menjelang hari-hari akhir cut off karena begitu banyak aplikasi yang masuk menjelang deadline. Demikian juga di perusahaan – perusahaan lain yang bekerja berdasarkan target, hari – hari menjelang akhir bulan pasti amatlah sibuk padahal semestinya target itu merupakan target bulanan ataupun tahunan yang harus dikejar sepanjang bulan ataupun sepanjang tahun. Tapi anda yang bekerja di bagian sales dan marketing tahu sendiri betapa terkadang susah sekali memotivasi diri sepanjang tahun. Pas janjian mau ketemu client eh tiba – tiba hujan deras. Pas lagi semangat tinggi untuk menyelesaikan laporan keuangan yang diminta bos eh mendadak listrik mati. Matinya sih kadang cuma lima menit namun itu sudah cukup membuat kita memutuskan untuk menunda pekerjaan tersebut sampai keesokan harinya, habis terlanjur diajakin teman – teman di kantor untuk makan siang di mall.

Untuk menghindari menunda sebuah pekerjaan, ada satu langkah mudah yang bisa dilakukan. Kalau anda sedang berniat untuk melakukan sebuah kegiatan di kantor, tanyakan pada diri sendiri apakah kegiatan tersebut urgent dan important ? Kalau kegiatan yang akan anda lakukan tadi tidak termasuk urgent dan tidak important maka anda boleh lupakan rencana untuk melakukan kegiatan tersebut. Kerjakan saja lain kali di waktu senggang anda. Anda akan segera mendapati kenyataan bahwa diri anda punya cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan – pekerjaan kantor yang sekian lama menumpuk. Kadang kita tidak menyadari bahwa begitu banyak waktu kita di kantor yang terbuang percuma karena kita sibuk melakukan kegiatan yang tidak penting. Hayo ngaku saja, berapa banyak diantara anda yang sedang membaca tulisan ini saat jam kerja. Atau chatting dengan teman membuat rencana heboh untuk weekend nanti, atau malah sibuk mengupdate profil di friendster anda dengan foto – foto liburan di Bali minggu lalu ? Percayalah semua kegiatan itu akan sukses memaksa anda untuk menunda pekerjaan yang seharusnya selesai hari ini, karena anda berpikir bisa mengerjakan pekerjaan itu besok dengan datang lebih pagi dan ternyata keesokan harinya anda gagal datang lebih pagi karena terlambat bangun atau terhadang kemacetan di jalan.

Kalo kata Bunda Theresa “ Kemarin sudah menjadi masa lalu dan hari esok baru menjadi masa depan maka lakukanlah yang terbaik untuk hari ini”.
Setuju ?

Berbagi

Suatu hari seseorang datang menemui pendetanya. Orang itu sudah lelah hidup serba berkekurangan dan ingin berkeluh kesah kepada pendetanya. Oleh sang pendeta dia diajak untuk berdoa bersama memohon kemurahan Tuhan. Dalam doanya dia berjanji kepada Tuhan akan memberikan 10% dari penghasilannya untuk Tuhan. Ajaib, sepulangnya dari berdoa hidupnya menjadi sangat mudah. Rejeki mengalir tiada henti, saluran rejeki untuknya seakan terbuka lebar. Ketika dia mendapat rejeki Rp.100 ribu yang pertama dia buru-buru menyisihkan Rp.10 rb untuk Tuhan. Demikan pula ketika dia mendapat Rp.1 juta yang pertama dia segera menyisihkan Rp.100 rb untuk Tuhan. Ketika dia mendapat Rp.10 juta, hatinya mulai ragu. 10% dari Rp.10 juta bukan jumlah yang sedikit, namun demikian dia tetap menyisihkan Rp.1 jt untuk Tuhannya. Akhirnya dia mendapat rejeki senilai Rp.100 juta dan dia memutuskan untuk menghadap sang pendeta yang dulu berdoa bersamanya.
“Bapa pendeta, bapa tahu dulu aku berjanji untuk memberikan 10% dari rejeki yang aku terima untuk Tuhan, dan selama ini aku sudah memberikannya. Tapi sekarang 10% dari rejekiku nilainya sungguh besar. Bisakah aku merubah doaku dan merubah janjiku pada Tuhan untuk memberikan 10% dari rejekiku menjadi 5% saja ?” tanyanya.
“Anakku, janji yang sudah kau berikan pada Tuhan tidak bisa kau cabut begitu saja, tapi kalau kamu mau, kita bisa sama-sama berdoa kepada Tuhan agar rejekimu bisa diturunkan olehNya sehingga 10% itu tidak kelihatan terlalu besar lagi bagimu,”jawab sang pendeta bijaksana.

Ketika di sekitar kita banyak orang susah yang sedang membutuhkan bantuan kita entah karena bencana alam ataupun sebab lain, sering kita mendengar orang yang bilang, “Coba aku punya duit yang cukup, aku pasti bantu orang itu,” ataupun ungkapan ungkapan lain yang intinya sebenarnya adalah janji untuk membantu orang lain yang sedang berkesusahan seandainya uangnya sudah cukup. Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan janji semacam itu. Keserakahan diri biasanya tumbuh berbanding lurus dengan kekayaan kita. Ketika kita tidak memiliki uang sama sekali maka uang Rp.100 ribu terlihat sangat berharga. Saat itu kita berpikir bahwa dengan uang sebanyak itu banyak hal yang akan bisa kita lakukan. termasuk membantu sesama yang sedang berkesusahan. Apa yang terjadi ketika kita memiliki uang itu ? Ternyata uang itu menjadi kecil nilainya dan kita melihat Rp.1 juta sebagai batas cukup yang baru, demikian seterusnya. Dan kita bisa mencari alasan baru untuk tidak menolong sesama kita yang membutuhkan. Coba diingat-ingat berapa kali kita urung memberikan uang receh kita kepada pengemis atau anak-anak jalanan karena pada detik terakhir kita berpikir bahwa mereka hidup susah karena kemalasan mereka. Atau suatu ketika kita menolak untuk memberikan uang seribu rupiah kepada seseorang yang tiba-tiba datang menemui kita dan mengaku dirinya baru kecopetan dan sangat membutuhkan bantuan kita. Kita langsung berpikir bahwa hal itu tidak lebih dari akal-akalan penipu. Luar biasa khan, hanya karena uang gopek atau seceng kita merasa berhak untuk menghakimi orang lain sebagai pemalas ataupun penipu.

Apa yang anda lakukan ketika melalui TV kita melihat korban banjir yang mengungsi ke tenda tenda darurat dan serba kekurangan ? Saya yakin anda merasa kasihan dan ikut prihatin. Tapi kebanyakan dari kita berhenti sampai disitu saja, termasuk saya. Habis mau bagaimana, udah lokasi bencananya jauh, kita juga sering merasa kalaupun bisa memberi bantuan pasti jumlahnya tidak seberapa, ditambah lagi kita berpikir bahwa membantu para korban itu adalah tugas pemerintah. Sampai disini akhirnya kita memilih untuk tidak peduli.

Dalam lagu – lagu cinta kita sering mendengar bahwa antitesa dari cinta adalah benci. Dengan pernyataan itu berarti orang yang kita cintai tidak mungkin kita benci, demikian juga sebaliknya. Benarkah demikian ? Bagaimana dengan pernyataan benci tapi rindu ? Dengan antitesa itu berarti kita harus menempatkan semua orang yang tidak mencintai kita berarti membenci kita. Lalu bagaimana dengan orang – orang yang berada posisi netral ? Tidak cinta namun juga tidak benci. Ada satu kata yang lebih tepat untuk menjadi lawan kata “cinta” yaitu “abai” atau tidak peduli. Kalau anda mencintai seseorang anda tidak akan pernah mengabaikannya.

Kemampuan untuk berbagi semestinya sudah mulai dipupuk ketika kita juga dalam keadaan yang tidak berlebih. Berbagi dari kelebihan tentu bukan hal yang sukar namun berbagi dalam keterbatasan, itulah tantangan hidup. Wajah Tuhan hadir dalam setiap sesama kita yang menderita. Setiap kita memberi pada sesama kita sebenarnya kitalah yang menerimanya.

Selamat berbagi.

Fokus pada solusi, bukan pada masalah

Ketika orang Amerika berada di luar angkasa untuk pertamakalinya, segera mereka menemukan satu masalah kecil namun cukup penting. Mereka mendapati kenyataan bahwa ballpoint yang mereka bawa ternyata tidak bisa dipakai utnuk menulis. Ketiadaan gaya gravitasi di luar angkasa membuat tinta cair yang ada di dalam ballpoint tidak bisa mengalir ke bawah, akibatnya tinta tidak bisa keluar dari ujung ballpoint yang lancip itu. Para ahli di NASA bekerja keras untuk memecahkan masalah kecil itu dan mereka menghabiskan biaya yang sangat besar untuk riset kecil itu. Perlu waktu 12 tahun hingga para ahli NASA berhasil menemukan pemecahannya. Para astronot Rusia tentu juga mengalami masalah yang sama di luar angkasa. Apa yang dilakukan oleh Rusia untuk mengatasi masalah itu ? Mereka menggunakan barang bernama PENSIL !

Saya pernah memiliki satu anak buah sebagai tenaga pemasar saya. Saya merekrut dia sebagai tenaga pemasar karena track record dia di masa lalu yang sangat bagus. Namun harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Sudah 2 bulan dia bekerja dan belum satu clientpun yang berhasil didapatkannya. Setelah melalui wawancara dan review yang panjang, baru ketahuan factor yang menghambat dia untuk menjadi pemasar yang handal. Rupanya ada satu calon client dia yang sangat potensial dan bisa memberi pemasukan yang sangat besar bagi perusahaan namun calon client yang satu ini selalu mempending deal dengan berbagai alasan dan tenaga pemasar saya ini mencurahkan segala daya upayanya untuk seal the deal dengan si client dan melupakan potensi pasar yang masih menunggu di luar sana. Akibatnya tak satupun client yang berhasil didapatnya selama 2 bulan itu.

Banyak dari kita yang ketika menghadapi masalah menjadi kehilangan orientasi sehingga kita malah selalu focus pada masalah yang kita hadapi dan lupa untuk mencari solusinya. Teman saya menjadi gusar setengah mati ketika mendapat telepon dari bank bahwa cek yang telah dia bayarkan kepada rekanan bisnisnya tidak bisa diproses karena resi penerimaan ceknya belum diterima bank padahal dia merasa resi tersebut sudah dikembalikan. Seharian dia uring-uringan dan sibuk memarahi bawahannya sambil mencari resi yang hilang tersebut padahal solusinya sangat sepele. Dia cukup membuat surat permohonan kepada bank agar mengaktifkan cek tersebut dan masalah segera selesai tanpa dia harus kehilangan energi untuk marah – marah dan bisa mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting.

Ada ilustrasi yang sangat sederhana untuk menggambarkan betapa selalu memikul masalah yang sama selama berhari – hari akan memberati hidup anda. Cobalah ambil satu buah kerikil yang besarnya tidak lebih dari jari anda, kemudian genggamlah kerikil tersebut di jari selama beberapa saat. Niscaya lama kelamaan kerikil yang semula terasa ringan itupun akan membuat jari – jari anda terasa pegal. Dalam kehidupan nyatapun sama saja, ketika anda tidak bisa memilah antara masalah besar dan masalah kecil maka semua masalah anda akan berubah menjadi masalah besar. Mulailah berpikir first think first kalo kata orang Inggris.

Kaya

Hari masih belum terlalu sore. Perahu nelayan pencari ikan belum kembali dari tengah laut. Seorang juragan perahu ikan sedang menunggu perahu-perahu ikan miliknya berlabuh ketika dia melihat seorang nelayan tua dengan perahunya yang kecil sudah mendarat dipantai itu. Hasil tangkapannya hari itu hanya sekeranjang kecil ikan. Usai membersihkan perahunya nelayan tua itu bergegas menuju ke sebuah kedai kopi yang ada di pantai itu. Secangkir kopi kecil segera dinikmatinya sambil duduk mencangkung. Sebatang rokok dinyalakannya dan dihisapnya dengan penuh kenikmatan. Si juragan perahu dating menghampiri dan menyapanya dengan penuh rasa ingin tahu.
“Pak Tua, hari masih panjang, kenapa engkau sudah kembali dari melaut ?” Tanya si Juragan perahu.
“Emangnya kenapa ?” jawab si nelayan tua acuh tak acuh.
“Kalau engkau masih di laut tentu akan makin banyak ikan yang bisa kau hasilkan.”
“Terus buat apa aku menangkap ikan banyak-banyak ?”
“Supaya penghasilanmu bisa meningkat.”
“Terus buat apa kalau penghasilanku sudah meningkat?”
“Engkau bisa membeli perahu yang lebih besar.”
“Buat apa perahu yang besar ?”
“Engkau bisa menangkap ikan lebih banyak lagi.”
“Buat apa aku menangkap ikan yang lebih banyak ?”
“Engkau bisa menabung untuk hari tuamu dan menjadi kaya sehingga apabila saat itu tiba engkau bisa bersantai sambil menikmati kopi kegemaranmu dan menikmati rokok kesukaanmu,”jawab si juragan perahu dengan agak jengkel.
Si nelayan tua dengan santai menjawab,” Kau pikir sekarang ini saya lagi ngapain ?”

Menjadi kaya adalah sebuah sihir bagi hampir semua orang hingga orang rela berjungkir balik dan bersaing setiap hari untuk bisa menumpuk kekayaan, entah dengan cara yang halal, setengah halal maupun full haram. Dan semangat untuk mencari kekayaan memang secara disadari atau tidak sudah ditanamkan sejak kanak – kanak. Anda yang sudah memiliki anak tentu tidak rela apabila anak anda yang masih duduk di bangku TK dan sedang tergila – gila makan dan bermain di sebuah restaurant cepat saji bercita – cita bekerja di restaurant itu untuk sebuah alasan sederhana agar bisa makan dan bermain sepanjang hari di restaurant itu. Ayah saya yang berprofesi sebagai guru SD sangat gusar ketika dulu saya pernah bercita cita menjadi seorang pendidik. Alasannya tentu saja karena beliau tahu profesi guru tidak menjanjikan kekayaan. Dan tentu tidak ada yang salah dengan semua itu.

“Kaya” adalah sesuatu yang relative, namun apapun definisi tentang kaya, ia pastilah mengacu pada makna “berkecukupan”.
Anda pasti setuju kalau saya bilang bahwa kaya tidak menjamin orang untuk hidup bahagia, tapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dengan menjadi kaya kita memiliki lebih banyak pilihan untuk menjadi bahagia.


Dalam kitab Injil ada perumpamaan tentang seorang fakir miskin bernama Lazarus dan seorang saudagar yang kaya raya. Saya tentu tidak pada kapasitas untk mengupas bunyi ayat ayat dalam perumpamaan itu tetapi satu hal yang menarik dalam perumpamaan itu adalah kenyataan bahwa si fakir miskin disebutkan namanya dengan jelas sebagai Lazarus sedangkan si saudagar kaya ini sama sekali tidak pernah disebutkan namanya kecuali identitasnya sebagai seseorang yang sangat kaya. Sound familiar ? Tanpa disadari banyak diantara kita yang dikenal orang di sekitar kita hanya dari atribut kekayaan kita. Mereka hanya mengenal kita by numbers, sebagai seseorang yang rumahnya 4 buah dan buesar, koleksi mobil mewahnya 10 buah, punya 20 perusahaan dan angka – angka lain yang angkanya kita harapkan makin fantastis dari hari ke hari. Bagaimana dengan anda yang level kekayaannya baru sebatas bisa pulang mudik setiap lebaran dengan mengenakan perhiasan yg ngejreng berkilau kilau atau mobil yang kinclong meskipun dari hasil kreditan dan dibayar dengan penuh penghematan. Kira kira semangatnya hampir sama, yang penting tetangga2 di kampung mengenal kita dari kekayaan kita.

Menjadi kaya bukanlah sebuah dosa, bahkan setahu saya tidak ada satu agamapun yang melarang orang untuk menjadi kaya meskipun juga tidak ada agama yang memberikan tips agar cepat kaya. Yang menjadi concern agama2 di dunia adalah bagaimana kita menjadi kaya dan tetap bermartabat karena kadang perlombaan untuk menjadi kaya membuat kita lupa dengan sisi kemanusiaan kita. Mungkin perlu disimak nasehat Warren Buffet yang mengatakan “Money doesn't create man but it is the man who created money.” Terjemahan bebasnya kira2 jangan biarkan uang bertahta atas kita tapi kitalah yang musti berkuasa atas uang kita.

Kalo anda mulai merasa tertekan dengan urusan kekayaan ini ada baiknya kalo sesekali anda pulang kampung ( asal jangan pas musim lebaran ya ) dan melihat bagaimana kesederhanaan masih bisa kita rasakan dalam segala aspek kehidupan masyarakatnya. Sungguh, melihat kehidupan mereka anda akan langsung bersyukur dengan segala yang sudah anda miliki selama ini. Sewaktu tinggal di Bali saya sering merasa iri dengan orang2 yang bisa punya waktu untuk memancing ikan di sungai ataupun di pantai ketika saya baru mau pulang kerja. Dan kalo anda merasa miskin karena merasa tidak memiliki apa2 maka ingatlah apa definisi kaya dari segi perencanaan keuangan, menurut definisi ini kaya adalah apabila asset kita lebih besar nilainya dari hutang kita. Jadi kalo anda hanya memiliki motor satu sementara tetangga anda mobilnya 5 anda nggak usah merasa minder dulu karena siapa tahu hutang mereka senilai 10 mobil sementara hutang anda hanya 1 kg telur di pasar yang belum dibayar istri anda ketika belanja tadi pagi karena sang pedagang tidak punya uang kembalian.