Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi di Indonesia terungkap fakta bahwa rata-rata orang Indonesia mempersiapkan dana pensiunnya mulai usia 49 tahun atau hanya 11 tahun dari masa pensiun andai diasumsikan bahwa orang pensiun pada usia 60 tahun. Dengan persiapan masa pensiun sependek itu lantas berapa banyak tabungan yg bisa terkumpul untuk dinikmati saat pensiun nanti ? Padahal seperti sudah jamak terjadi, masa pensiun adalah masa dimana kita semua membutuhkan dana yang lebih banyak dari biasanya untuk perawatan kesehatan, maklum usia sudah mulai uzur. Atau kalo cukup beruntung kita bisa bergantung pada anak – anak kita di masa tua nanti dan mudah-mudahan anak-anak yang kita besarkan bisa hidup sejahtera sehingga kita bisa menggantungkan masa tua kita pada mereka, ditambah doa semoga kita mendapatkan menantu yang baik hati dan tidak setiap hari mengomel dan menyindir keberadaan kita di tengah keluarga mereka. Kalo anda tidak siap dan yakin dengan alternative masa tua seperti itu sebaiknya mulai sekarang anda memikirkan satu alternative lain yang bisa memberikan kepastian untuk masa tua anda yaitu ASURANSI. Percayalah, asuransi penting untuk semua orang no matter anda kaya atau apalagi miskin.
Asuransi berhubungan erat dengan aktifitas menabung dan sayangnya bagi kebanyakan orang Indonesia, menabung adalah kegiatan yang dilakukan hanya apabila ada kelebihan uang belanja, artinya pos menabung diisi paling akhir setelah semua pos yang lain terpenuhi dan asuransi memaksa anda untuk merubah kebiasaan itu. Anda harus menyisihkan uang untuk membayar asuransi sebelum menggunakannya untuk keperluan lain. Merubah kebiasaan adalah hal yang paling susah untuk dilakukan. Apalagi masih ditambah pikiran bahwa klaim asuransi itu sulit dan berbeli belit, maka makin lengkaplah pembenaran atas sikap tidak mau berasuransi. Padahal asuransi adalah alternative paling bagus untuk menjamin kepastian masa depan anda dan keluarga. Ditambah kenyataan bahwa rata –rata tabungan di asuransi kini menjanjikan tingkat pengembalian yang jauh lebih baik daripada tabungan di bank. Bagaimana hal itu bisa terjadi ?
Rata-rata produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan asuransi besar saat ini adalah kombinasi asuransi dan tabungan artinya apabila anda membuka sebuah polis asuransi jiwa untuk anda maka selain pertanggungan atas jiwa anda secara otomatis anda juga akan mendapatkan tabungan yang bisa diambil kapan saja, tentu saja dengan beberapa persyaratan tertentu. Selain itu hampir semua perusahaan asuransi menawarkan fasilitas cuti premi setelah tahun tertentu, artinya anda cukup membayar premi asuransi anda untuk beberapa tahun saja namun anda akan tetap mendapatkan manfaat perlindungan atas jiwa anda sampai masa tua anda, let’s say hingga usia 75 tahun. Lalu apa yang akan anda dapatkan apabila ternyata pada akhir masa pertanggungan ternyata anda masih segar bugar ? Anda bisa mendapatkan semua uang tabungan anda yang nilainya tentu sudah berlipat – lipat jumlahnya.
Sebagai sebuah contoh mari kita asumsikan bahwa saat ini anda berusia 30 tahun dengan seorang anak berusia 2 tahun dan anda belum memiliki asuransi sama sekali. Setelah dihitung-hitung anda mampu menyisihkan dana Rp.10 jt rupiah per tahun untuk kebutuhan asuransi anda. Dengan pertimbangan bahwa 10 tahun lagi anak anda sudah mulai masuk sekolah menengah dan membutuhkan biaya yang besar maka anda memutuskan untuk membayar premi hanya untuk 10 tahun saja. Apa yang bisa anda dapatkan ? Pertama anda akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa sebesar Rp.300 juta, artinya apabila anda tiba-tiba diperlukan kehadirannya di surga maka keluarga anda akan mendapatkan uang tunai senilai Rp.300 juta, tak peduli pada tahun keberapapun anda harus meninggalkan keluarga. Apabila kepergian anda yang secara tiba – tiba itu akibat kecelakaan maka keluarga anda akan mendapatkan santunan senilai Rp.600 juta. Masih ditambah fasilitas penggantian biaya perawatan di rumah sakit senilai Rp.500 ribu per hari selama maksimal 90 hari per tahun. Dan masih ada lagi, apabila sebelum usia 60 tahun anda mengalami cacat tetap total maka perusahaan asuransi akan membayari premi anda tersebut secara terus menerus hingga anda berusia 75 tahun. Bagaimana dengan tabungannya ? Dengan asumsi bahwa tabungan anda akan bertumbuh sebesar 18 %/tahun ( sekedar informasi, saat ini untuk investasi yang berbasis saham pertumbuhannya bisa mencapai rata-rata 60 %/th ) maka pada saat anda berusia 75 tahun nanti anda akan memiliki tabungan sebesar Rp.35,3 M. Amazing bukan ? Dan lebih menarik lagi karena tabungan ini bisa diambil kapanpun anda mau sesuai kebutuhan anda dengan beberapa persyaratan tertentu yang berbeda untuk tiap perusahaan asuransi. Ada yang mensyaratkan anda untuk menyisakan minimal Rp.5 jt apabila anda ingin pertanggungan tetap berlaku. Ada pula yang membatasi pengambilan tabungan hingga maksimal 3 kali per tahun. Tapi pada prinsipnya anda boleh mengambil tabungan yang ada kapanpun anda kehendaki. Selain itu produk asuransi sebenarnya bersifat fleksibel artinya anda bisa menggunakannya sebagai rencana pensiun, pendidikan anak ataupun hanya sebagai warisan. Kalo anda sering menerima penawaran dari berbagai perusahaan asuransi dengan nama tabungan pendidikan, tabungan pension atau apapun namanya maka itu hanya sebuah cara dari perusahaan asuransi untuk mengkomunikasikan produknya kepada public agar public lebih focus dalam memahami produk yang ditawarkan.
Bagaimana dengan urusan klaim ? Apakah benar seperti yang dikatakan banyak orang bahwa klaim asuransi itu berbelit belit ? Itu jaman dulu ! Perusahaan asuransi jaman sekarang malah berlomba – lomba agar semua prosedur itu bisa berjalan dengan lancar demi kepuasan nasabah. Rata – rata proses klaim di perusahaan asuransi saat ini memakan waktu sekitar 14 hari kerja. Nah supaya anda juga tidak mengalami kesulitan ketika melakukan klaim maka satu hal yang harus anda perhatikan adalah pada saat pengisian form aplikasi asuransi, pastikan bahwa semua data yang anda tulis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : apabila anda pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu, pastikan bahwa anda menuliskannya di form aplikasi. Dari segi pembayaran premi mungkin tidak akan berpengaruh banyak namun apabila anda mengabaikannya bisa berakibat gagal klaim karena ketika anda melakukan klaim maka perusahaan asuransi akan melakukan proses underwriting artinya mereka akan memeriksa semua resiko yang ada pada anda dan memastikan bahwa anda sudah menyebutkan semua resiko tersebut sebelumnya.
Lantas bagaimana cara memilih asuransi yang benar ?
Yang paling utama, pastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut berada dalam keadaan sehat. Hal ini bisa dilihat dari tingkat RBC atau Risk Based Capital, ini merupakan perhitungan atas permodalan dibagi resiko perusahaan. Sesuai ketetapan pemerintah maka RBC perusahaan asuransi di Indonesia minimal adalah 120 % artinya modal perusahaan itu harus sebanyak 120 % dibanding resiko yang ditanggung perusahaan.
Kedua, pilihlah agen asuransi yang kompeten. Banyak agen asuransi yang menjual produk asuransi secara asal, yang penting mendapatkan komisi secara maksimal sehingga dia akan menjual asuransi dengan semua asuransi tambahan yang menyertainya tanpa peduli apakah anda membutuhkan asuransi tambahan tersebut atau tidak.
Contohnya apabila anda mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor tempat anda bekerja dan jumlahnya sudah mencukupi, anda tentu tidak perlu membayar asuransi tambahan untuk perawatan rumah sakit karena premi tahunannya cukup mahal. Kompetensi sang agen ini dibuktikan dengan lisensi yang dikeluarkan oleh AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Semua agen asuransi wajib mengikuti ujian ini, jadi jangan ragu-ragu untuk menanyakan lisensi ini pada agen asuransi yang mendatangi anda.
Ketiga, tidak terlalu prinsip namun penting untuk kenyamanan anda adalah pilih perusahaan asuransi dengan jaringan yang luas. Ini akan memudahkan anda untuk mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan polis anda di kemudian hari.
Ingatlah, masa depan pasti akan datang baik anda rencanakan ataupun tidak, jadi kenapa anda tidak merencanakannya dari sekarang, mumpung masih ada waktu…..
Asuransi berhubungan erat dengan aktifitas menabung dan sayangnya bagi kebanyakan orang Indonesia, menabung adalah kegiatan yang dilakukan hanya apabila ada kelebihan uang belanja, artinya pos menabung diisi paling akhir setelah semua pos yang lain terpenuhi dan asuransi memaksa anda untuk merubah kebiasaan itu. Anda harus menyisihkan uang untuk membayar asuransi sebelum menggunakannya untuk keperluan lain. Merubah kebiasaan adalah hal yang paling susah untuk dilakukan. Apalagi masih ditambah pikiran bahwa klaim asuransi itu sulit dan berbeli belit, maka makin lengkaplah pembenaran atas sikap tidak mau berasuransi. Padahal asuransi adalah alternative paling bagus untuk menjamin kepastian masa depan anda dan keluarga. Ditambah kenyataan bahwa rata –rata tabungan di asuransi kini menjanjikan tingkat pengembalian yang jauh lebih baik daripada tabungan di bank. Bagaimana hal itu bisa terjadi ?
Rata-rata produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan asuransi besar saat ini adalah kombinasi asuransi dan tabungan artinya apabila anda membuka sebuah polis asuransi jiwa untuk anda maka selain pertanggungan atas jiwa anda secara otomatis anda juga akan mendapatkan tabungan yang bisa diambil kapan saja, tentu saja dengan beberapa persyaratan tertentu. Selain itu hampir semua perusahaan asuransi menawarkan fasilitas cuti premi setelah tahun tertentu, artinya anda cukup membayar premi asuransi anda untuk beberapa tahun saja namun anda akan tetap mendapatkan manfaat perlindungan atas jiwa anda sampai masa tua anda, let’s say hingga usia 75 tahun. Lalu apa yang akan anda dapatkan apabila ternyata pada akhir masa pertanggungan ternyata anda masih segar bugar ? Anda bisa mendapatkan semua uang tabungan anda yang nilainya tentu sudah berlipat – lipat jumlahnya.
Sebagai sebuah contoh mari kita asumsikan bahwa saat ini anda berusia 30 tahun dengan seorang anak berusia 2 tahun dan anda belum memiliki asuransi sama sekali. Setelah dihitung-hitung anda mampu menyisihkan dana Rp.10 jt rupiah per tahun untuk kebutuhan asuransi anda. Dengan pertimbangan bahwa 10 tahun lagi anak anda sudah mulai masuk sekolah menengah dan membutuhkan biaya yang besar maka anda memutuskan untuk membayar premi hanya untuk 10 tahun saja. Apa yang bisa anda dapatkan ? Pertama anda akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa sebesar Rp.300 juta, artinya apabila anda tiba-tiba diperlukan kehadirannya di surga maka keluarga anda akan mendapatkan uang tunai senilai Rp.300 juta, tak peduli pada tahun keberapapun anda harus meninggalkan keluarga. Apabila kepergian anda yang secara tiba – tiba itu akibat kecelakaan maka keluarga anda akan mendapatkan santunan senilai Rp.600 juta. Masih ditambah fasilitas penggantian biaya perawatan di rumah sakit senilai Rp.500 ribu per hari selama maksimal 90 hari per tahun. Dan masih ada lagi, apabila sebelum usia 60 tahun anda mengalami cacat tetap total maka perusahaan asuransi akan membayari premi anda tersebut secara terus menerus hingga anda berusia 75 tahun. Bagaimana dengan tabungannya ? Dengan asumsi bahwa tabungan anda akan bertumbuh sebesar 18 %/tahun ( sekedar informasi, saat ini untuk investasi yang berbasis saham pertumbuhannya bisa mencapai rata-rata 60 %/th ) maka pada saat anda berusia 75 tahun nanti anda akan memiliki tabungan sebesar Rp.35,3 M. Amazing bukan ? Dan lebih menarik lagi karena tabungan ini bisa diambil kapanpun anda mau sesuai kebutuhan anda dengan beberapa persyaratan tertentu yang berbeda untuk tiap perusahaan asuransi. Ada yang mensyaratkan anda untuk menyisakan minimal Rp.5 jt apabila anda ingin pertanggungan tetap berlaku. Ada pula yang membatasi pengambilan tabungan hingga maksimal 3 kali per tahun. Tapi pada prinsipnya anda boleh mengambil tabungan yang ada kapanpun anda kehendaki. Selain itu produk asuransi sebenarnya bersifat fleksibel artinya anda bisa menggunakannya sebagai rencana pensiun, pendidikan anak ataupun hanya sebagai warisan. Kalo anda sering menerima penawaran dari berbagai perusahaan asuransi dengan nama tabungan pendidikan, tabungan pension atau apapun namanya maka itu hanya sebuah cara dari perusahaan asuransi untuk mengkomunikasikan produknya kepada public agar public lebih focus dalam memahami produk yang ditawarkan.
Bagaimana dengan urusan klaim ? Apakah benar seperti yang dikatakan banyak orang bahwa klaim asuransi itu berbelit belit ? Itu jaman dulu ! Perusahaan asuransi jaman sekarang malah berlomba – lomba agar semua prosedur itu bisa berjalan dengan lancar demi kepuasan nasabah. Rata – rata proses klaim di perusahaan asuransi saat ini memakan waktu sekitar 14 hari kerja. Nah supaya anda juga tidak mengalami kesulitan ketika melakukan klaim maka satu hal yang harus anda perhatikan adalah pada saat pengisian form aplikasi asuransi, pastikan bahwa semua data yang anda tulis sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : apabila anda pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu, pastikan bahwa anda menuliskannya di form aplikasi. Dari segi pembayaran premi mungkin tidak akan berpengaruh banyak namun apabila anda mengabaikannya bisa berakibat gagal klaim karena ketika anda melakukan klaim maka perusahaan asuransi akan melakukan proses underwriting artinya mereka akan memeriksa semua resiko yang ada pada anda dan memastikan bahwa anda sudah menyebutkan semua resiko tersebut sebelumnya.
Lantas bagaimana cara memilih asuransi yang benar ?
Yang paling utama, pastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut berada dalam keadaan sehat. Hal ini bisa dilihat dari tingkat RBC atau Risk Based Capital, ini merupakan perhitungan atas permodalan dibagi resiko perusahaan. Sesuai ketetapan pemerintah maka RBC perusahaan asuransi di Indonesia minimal adalah 120 % artinya modal perusahaan itu harus sebanyak 120 % dibanding resiko yang ditanggung perusahaan.
Kedua, pilihlah agen asuransi yang kompeten. Banyak agen asuransi yang menjual produk asuransi secara asal, yang penting mendapatkan komisi secara maksimal sehingga dia akan menjual asuransi dengan semua asuransi tambahan yang menyertainya tanpa peduli apakah anda membutuhkan asuransi tambahan tersebut atau tidak.
Contohnya apabila anda mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor tempat anda bekerja dan jumlahnya sudah mencukupi, anda tentu tidak perlu membayar asuransi tambahan untuk perawatan rumah sakit karena premi tahunannya cukup mahal. Kompetensi sang agen ini dibuktikan dengan lisensi yang dikeluarkan oleh AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Semua agen asuransi wajib mengikuti ujian ini, jadi jangan ragu-ragu untuk menanyakan lisensi ini pada agen asuransi yang mendatangi anda.
Ketiga, tidak terlalu prinsip namun penting untuk kenyamanan anda adalah pilih perusahaan asuransi dengan jaringan yang luas. Ini akan memudahkan anda untuk mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan polis anda di kemudian hari.
Ingatlah, masa depan pasti akan datang baik anda rencanakan ataupun tidak, jadi kenapa anda tidak merencanakannya dari sekarang, mumpung masih ada waktu…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar