Pernahkan anda melihat sebuah mobil yang melaju di jalan raya, hanya berisi dua penumpang dan keduanya duduk sangat berjauhan. Satu orang duduk di depan, di belakang kemudi..halah bahasanya kok membingungkan gini ya….maksudnya duduk di depan sebagai sopir, dan penumpang lain duduk di kursi paling belakang ( biasanya ini terjadi pada mobil dengan 3 baris tempat duduk). Siapakah mereka ? Mereka adalah majikan dan pembantu rumah tangganya.
Kenapa bisa begitu ? Nah ini yang harus dipahami. Coba bayangkan anda sebagai seorang majikan laki – laki yang tiba – tiba harus mengantar pembantu rumah tangga anda yang perempuan pergi ke pasar untuk berbelanja karena si Nyonyah yaitu istri lagi super sibuk di rumah atau lagi sakit. Persoalan muncul ketika pembantu anda mau duduk di mobil dan anda yang menyetirinya. Kalau pembantu anda itu anda minta duduk di depan bersama anda ada dua hal yang mungkin terjadi. Pertama, kalo pembantu anda masih muda dan kelihatan cantik, sebagian tetangga anda akan menilai anda tengah bergenit – genit dengan pembantu anda itu. Sebaliknya kalo pembantu anda itu sudah tua dan tidak representative maka anda akan merasa tengsin kalo ada orang di jalan yang mengira pembantu anda itu mertua anda atau bahkan istri anda.
Alternatif kedua adalah memintanya untuk duduk di deretan bangku kedua, namun alternative ini juga tidak menawarkan win win solution karena akan segera terlihat kalo anda seperti sopir yang sedang menyetiri majikan. Harga diri anda tentu tidak akan menerimanya, lha wong majikan ee….
Jadilah alternative ketiga yang dipilih, anda menyetir di depan dan pembantu anda duduk di deretan kursi paling belakang. Win win solution ? What do you think ?
Kenapa bisa begitu ? Nah ini yang harus dipahami. Coba bayangkan anda sebagai seorang majikan laki – laki yang tiba – tiba harus mengantar pembantu rumah tangga anda yang perempuan pergi ke pasar untuk berbelanja karena si Nyonyah yaitu istri lagi super sibuk di rumah atau lagi sakit. Persoalan muncul ketika pembantu anda mau duduk di mobil dan anda yang menyetirinya. Kalau pembantu anda itu anda minta duduk di depan bersama anda ada dua hal yang mungkin terjadi. Pertama, kalo pembantu anda masih muda dan kelihatan cantik, sebagian tetangga anda akan menilai anda tengah bergenit – genit dengan pembantu anda itu. Sebaliknya kalo pembantu anda itu sudah tua dan tidak representative maka anda akan merasa tengsin kalo ada orang di jalan yang mengira pembantu anda itu mertua anda atau bahkan istri anda.
Alternatif kedua adalah memintanya untuk duduk di deretan bangku kedua, namun alternative ini juga tidak menawarkan win win solution karena akan segera terlihat kalo anda seperti sopir yang sedang menyetiri majikan. Harga diri anda tentu tidak akan menerimanya, lha wong majikan ee….
Jadilah alternative ketiga yang dipilih, anda menyetir di depan dan pembantu anda duduk di deretan kursi paling belakang. Win win solution ? What do you think ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar