Di sebuah desa di pedalaman, penduduk desa baru saja menangkap seekor gajah yang selama ini sering merusak ladang penduduk. Begitu besarnya ukuran gajah itu sehingga diperlukan tali paling besar yang bisa ditemukan di desa itu untuk mengikat keempat kakinya. Gajah itu semula memberontak hebat untuk melepaskan diri dari tali yang mengungkungnya namun tali itu begitu kuat mengikatnya. Berhari – hari gajah itu mencoba melepaskan diri namun hanya berakhir dengan kelelahan. Hingga akhirnya dia menyerah dan menerima nasibnya terikat pada seutas tali. Berbulan kemudian tali pengikat yang besar itu mulai lapuk dan para petani harus menggantinya dengan tali baru, namun yang ada hanya seutas tali kecil penambat kambing. Para petani mengambil resiko dan mengikat gajah besar itu hanya dengan seutas tali pengikat kambing. Sekali sentak si gajah pasti akan berhasil melepaskan diri, namun hal yang dramatis tidak terjadi. Gajah besar itu tidak berusaha melepaskan diri. Tali kecil itu telah mengikat kemampuan besarnya.
Waktu sekolah di SMP dulu, saya merasa sangat bodoh untuk pelajaran matematika. Nilai 6 sudah menjadi hal yang sangat istimewa dalam rapor saya. Saya berkesimpulan bahwa saya bodoh dalam matematika. Hasilnya, hingga lulus SMA pelajaran matematika menjadi momok paling menakutkan di sekolah. Beruntung di bangku kuliah saya berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan meyakinkan diri saya bahwa saya tidak sebodoh itu. Hasilnya sungguh luar biasa. Mata kuliah statistic berhasil saya taklukkan dengan mudah.
Secara tidak sadar kadang kita terpenjara dalam pikiran kita sendiri, entah karena indoktrinasi dari orang lain ataupun pikiran yang kita buat sendiri. Ingatkah anda ketika diputus pacar pertamakali dan anda berhari – hari menangisinya sambil berkata pada diri anda sendiri bahwa anda tidak mungkin hidup tanpa dirinya ? Perasaan itu begitu membelenggu anda hingga ada seorang gadis cantik yang kembali menghiasi hari – hari anda. Segera setelah anda berhasil melupakan mantan pacar itu maka kebahagiaan kembali melingkupi anda. Hidup hanyalah permainan pikiran. Begitu anda melabeli diri anda bodoh and so it goes…Maka jangan pernah biarkan orang lain membuat penjara untuk diri kita. Jangan biarkan orang lain mencap kita bodoh, dungu atau tidak punya potensi. Andalah orang yang paling tahu segala potensi yang ada dalam diri anda. Kembangkanlah potensi anda itu semaksimal mungkin.
Itulah sebabnya kalau sudah menjadi orangtua, kita dilarang untuk memberi label pada anak – anak kita, entah sebagai anak yang bandel, bodoh, malas ataupun label – label negative lain karena label – label itu akan efektif membuat penjara di pikiran mereka. Cobalah untuk selalu memulai hari anda dengan pikiran positif. Apa yang ada di dalam pikiran anda, itulah yang akan terjadi. Percayalah pada kekuatan pikiran.
Waktu sekolah di SMP dulu, saya merasa sangat bodoh untuk pelajaran matematika. Nilai 6 sudah menjadi hal yang sangat istimewa dalam rapor saya. Saya berkesimpulan bahwa saya bodoh dalam matematika. Hasilnya, hingga lulus SMA pelajaran matematika menjadi momok paling menakutkan di sekolah. Beruntung di bangku kuliah saya berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan meyakinkan diri saya bahwa saya tidak sebodoh itu. Hasilnya sungguh luar biasa. Mata kuliah statistic berhasil saya taklukkan dengan mudah.
Secara tidak sadar kadang kita terpenjara dalam pikiran kita sendiri, entah karena indoktrinasi dari orang lain ataupun pikiran yang kita buat sendiri. Ingatkah anda ketika diputus pacar pertamakali dan anda berhari – hari menangisinya sambil berkata pada diri anda sendiri bahwa anda tidak mungkin hidup tanpa dirinya ? Perasaan itu begitu membelenggu anda hingga ada seorang gadis cantik yang kembali menghiasi hari – hari anda. Segera setelah anda berhasil melupakan mantan pacar itu maka kebahagiaan kembali melingkupi anda. Hidup hanyalah permainan pikiran. Begitu anda melabeli diri anda bodoh and so it goes…Maka jangan pernah biarkan orang lain membuat penjara untuk diri kita. Jangan biarkan orang lain mencap kita bodoh, dungu atau tidak punya potensi. Andalah orang yang paling tahu segala potensi yang ada dalam diri anda. Kembangkanlah potensi anda itu semaksimal mungkin.
Itulah sebabnya kalau sudah menjadi orangtua, kita dilarang untuk memberi label pada anak – anak kita, entah sebagai anak yang bandel, bodoh, malas ataupun label – label negative lain karena label – label itu akan efektif membuat penjara di pikiran mereka. Cobalah untuk selalu memulai hari anda dengan pikiran positif. Apa yang ada di dalam pikiran anda, itulah yang akan terjadi. Percayalah pada kekuatan pikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar